BOPM Wacana

Rektor USU Sanggah Wacana Pemilihan Ulang oleh Menristekdikti

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Tantry Ika Adriati

Rektor USU Prof Runtung Sitepu menjelaskan perihal pemilihan rektor pada Januari lalu di depan Biro Rektor, Kamis (20/10). | Maria Patricia Sidabutar
Rektor USU Prof Runtung Sitepu menjelaskan perihal pemilihan rektor pada Januari lalu di depan Biro Rektor, Kamis (20/10). | Maria Patricia Sidabutar

BOPM WACANA | Prof Runtung Sitepu, Rektor USU Periode 2016-2021 mengatakan bahwa alasan menteri memutuskan pemilihan ulang rektor di USU karena telah menerapkan sistem one man multi vote saat pemilihan rektor Januari lalu tidaklah benar. “Sistem itu dipakai ketika pemilihan MWA (Majelis Wali Amanat—red) tahun lalu. Setelah itu pemilihan anggota MWA diulang lagi,” jelas Prof Runtung, Kamis (20/10) di depan Biro Rektor.

Prof Runtung menjelaskan setelah pemilihan anggota MWA menggunakan sistem one man multi vote, kementerian tidak mengesahkan nama-nama hasil pemilihan tersebut. Lalu dilakukan lagi pemlihan ulang dengan sistem one man one vote dan disahkanlah MWA Periode 2015-2020 yang diketuai oleh Prof Todung Mulya Lubis. Sistem ini juga digunakan dalam pemilihan rektor pada 21 Januari lalu di Jakarta. “Jadi tidak ada pemlihan ulang, karena pemilihan rektor yang lalu sangat demokratis,” ungkapnya.

Lagi pula, menurut Prof Runtung yang dikatakan Menristekdikti Mohamad Nasir saat jumpa pers di Kantor Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) 14 Oktober lalu di Jakarta hanya ingin menjelaskan persoalan yang terjadi di USU.

Ditambahkan Runtung, saat berlangsungnya pemilihan MWA hingga pemilihan rektor tahun lalu di USU juga dikawal langsung oleh kementerian. Sehingga Runtung bilang tak perlu ada pemilihan ulang jika alasan yang dibeberkan menteri adalah hal tersebut. “Yang dimaksud menteri sebenarnya pemilihan MWA-nya, sebagai salah satu deretan dalam proses pemilihan rektor,” jelas Runtung.

Fahmi Natigor Nasution, Sekretaris MWA USU 2015-2021 pun mengatakan belum ada mendengar kabar terkait pemilihan ulang rektor dari Kemenristek-Dikti. “MWA tidak pernah mendapat surat resmi apa pun mengenai hal tersebut,” tutur Fahmi. Mengenai pemilihan rektor lalu Fahmi sepakat dengan Runtung. Pemilihan rektor tahun lalu berlangsung demokratis dengan hasil akhir Prof Runtung mendapat 62,38 % suara, Prof Zulkifli mendapat 27,36 %, dan Prof Subhilhar mendapat perolehan 10,26 %.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).