BOPM Wacana

Rektor: Pemilihan Anggota MWA “Tirani Mayoritas”

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Lazuardi Pratama

Ruang rapat MWA di Birek lantai 3. | Wenty Tambunan
Ruang rapat MWA di Birek lantai 3. | Wenty Tambunan

BOPM WACANA | Rektor Prof Syahril Pasaribu mengatakan pemilihan anggota MWA dalam rapat Senin (29/9) kemarin adalah “tirani mayoritas”. Hal tersebut didasarkan pada persepsi sebagian anggota SA yang berpendapat 8 atau 9 suara anggota SA harus untuk nama-nama berbeda. “Kelompok yang menguasai 51 persen suara saja di SA akan dimungkinkan menguasai 100 persen anggota MWA wakil SA dan wakil masyarakat,” dikutip dari siaran pers oleh rektor.

Ia menganalogikannya dengan sistem pemilihan pejabat publik yang hak suaranya lebih dari satu hak suara. Seperti menteri pendidikan dalam pemilihan rektor perguruan tinggi negeri-badan hukum (PTN-BH) yang memiliki 35 persen suara. Menurutnya, menteri dapat saja menggunakan hak suaranya untuk satu calon rektor atau membaginya antar-calon rektor. “Ini membuka peluang dominasi satu kelompok kepentingan di USU,” ujarnya.

Sementara itu, Prof Chairul Yoel ketika dihubungi via telepon, Rabu (1/10) tidak ingin menanggapi hal tersebut. Sebab itu hanya opini yang beredar, bukan fakta yang terjadi. “Press release itu kan cuma opini tertentu saja,” tandasnya.

Sebelumnya, dalam rapat pemilihan 8 anggota MWA wakil SA dan 9 anggota wakil masyarakat, Senin (29/9) kemarin, Prof Syahril dan 42 anggota SA lainnya walkout. Mereka kecewa karena keputusan rapat adalah memaksakan voting untuk perbedaan persepsi tersebut. Sementara sebagian anggota walkout, 48 anggota sisa yang hadir tetap memutuskan untuk melanjutkan rapat hingga kemudian anggota MWA terpilih.

Komentar Facebook Anda

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).