BOPM Wacana

Rayakan Kemerdekaan, Dewan Kesenian Medan Adakan Gebyar Seni Merdeka

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Dewi Annisa Putri

Raffa Revanza Rafif Harahap dan Shefa Clarisa Harahap menampilkan pantomim dalam acara Gebyar Seni Merdeka di Taman Budaya Sumatera Utara, Jumat (26/8). | Dewi Annisa Putri
Raffa Revanza Rafif Harahap dan
Shefa Clarisa Harahap menampilkan pantomim dalam acara Gebyar Seni Merdeka di Taman Budaya Sumatera Utara, Jumat (26/8). | Dewi Annisa Putri

BOPM WACANA — Dewan Kesenian Medan (DKM) mengadakan Gebyar Seni Merdeka di Taman Budaya Sumatera Utara, Jumat, 26 Agustus 2016 malam. Baharuddin Saputra, Ketua Panitia Gebyar Seni Merdeka mengatakan, acara ini diselenggarakan untuk merayakan hari kemerdekaan Indonesia. “Dan sebagai bukti DKM terus berusaha mengembangkan kesenian di Medan,” ujarnya, Jumat (26/8).

Bahar menjelaskan, acara ini dimeriahkan oleh enam komite seni di bawah naungan DKM. Di antaranya lagu-lagu perjuangan dan permainan biola tunggal oleh komite musik, pembacaan puisi oleh komite sastra, dan komite teater menampilkan pantomim yang diperankan oleh dua orang siswa SD Harapan 1 Medan. Selain itu, komite tari menampilkan tari Melayu dan tari Jawa, komite film memamerkan dua puluh film karya anak Medan, dan komite seni rupa mendekorasi lokasi acara dan panggung.

Pun sore harinya, acara terlebih dahulu dibuka dengan perlombaan berkonsep 17 Agustus seperti tarik tambang, baca puisi, joget dengan jeruk, dan memasukkan paku ke dalam botol. Perlombaan diikuti oleh para seniman, jurnalis, dan anak sekolah.

Lala Safa, salah satu penonton asal Binjai, mengapresiasi acara ini. Menurutnya, kegiatan-kegiatan seperti ini dapat mendukung kesenian di Medan dan memberikan ruang bagi para seniman untuk menampilkan bakatnya. “Ke depannya, acara seperti ini harus lebih sering dilakukan dan mengundang lebih banyak seniman,” pungkasnya.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).