BOPM Wacana

Pertahankan Eksistensi Budaya, Jong Bataks Arts Festival Kembali Digelar

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Ika Putri A Saragih

Ojax Manalu, Direktur Rumah Karya Indonesia sedang menjelaskan konsep acara Jong Batak Art Festival 3 yang diadakan pada 25-28 Oktober 2016 di Taman Budaya Sumatera Utara, Selasa (25/7).| Amelia Ramadhani
Ojax Manalu, Direktur Rumah Karya Indonesia sedang menjelaskan konsep acara Jong Batak Art Festival 3 yang diadakan pada 25-28 Oktober 2016 di Taman Budaya Sumatera Utara, Selasa (25/7).| Amelia Ramadhani

BOPM WACANA —  Jong Bataks Arts Festival Kembali digelar untuk kali ketiga. Acara ini berlangsung pada 25-28 Oktober 2016 di Taman Budaya Sumatera Utara. Berdasarkan penuturan Ojax Manalu, Direktur Rumah Karya Indonesia sekaligus Ketua Panitia, acara ini digelar sebagai wadah seniman lokal untuk menunjukkan eksistensinya. “Sekaligus untuk membuat budaya tetap dekat dan lestari,” jelasnya, Selasa (25/10).

Ojax menuturkan acara ini akan diisi oleh 481 orang yang berasal dari 48 komunitas. Para pengisi acara ini tak hanya berasal dari Kota Medan, namun berasal juga dari luar kota seperti Binjai, Aceh, dan Yogyakarta. Kesenian yang dibawakan di perhelatan kali ini berupa pertunjukan teater, tarian, musik band paduan tradisional dan modern, film budaya, perlombaan mewarnai dan sebagainya.

Roma Sagala, Mahasiswa Universitas Negeri Medan mengapresiasi acara ini. “Baru pertama kali lihat. Bagus sekali acaranya,” ujarnya. Ia katakan ini sarana yang efektif untuk melestarikan dan memperkenalkan budaya pada kaum muda. Ia berharap agar pagelaran Jong Bataks Arts Festival ini bisa diadakan lebih meriah dan besar lagi.

Acara selama empat hari ini akan berlangsung dari pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB setiap harinya dan menargetkan delapan ribu  pengunjung.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).