BOPM Wacana

Permohonan Si Kesayangan

Dark Mode | Moda Gelap
Ilsutrasi: Surya Dua Artha Simanjuntak

Pukul tiga pagi

Tertatih-tatih langkah kaki

Berusaha pergi menjemput asa Sang Ilahi

Meneroka resah atma dan hati

 

Mengadu seraya menunduk dalam tangis yang terisak-isak

Perih batin dan hampir gila

Ingatan masa kecil tersirat di dalam akara

Bersama seorang pria paruh baya

Di mana segalanya belum dipenuhi oleh banyak kedukaan

 

Katanya, aku adalah Si Kesayangan

Namun realitanya hanyalah mendapat sebongkah tekanan

Tekanan ketika rangkaian tahun tak kunjung menghadiahi kita temu

Katanya, aku sedang diperjuangkan

Tapi untuk apa jika yang berjuang sudah merasakan sakit yang berkepanjangan

 

Isak tangis makin merajalela

Sungguh, aku pernah memohon dengan begitu sadrah agar Ia bersedia beristirahat

Karena tak sanggup mendengar rintihan sakitnya di ujung telepon genggam

Sebab sedari dulu sudah dikatakan

Bekerjalah sebisanya, menafkahilah semampunya saja

Tak perlu rela sampai bongko nantinya hanya demi aku

 

Saban waktu khawatir menggilai pikiranku

Begitu keras kepalamu hingga kadang aku meradang

Namun segala ocehanku sedikit didengar

Sekarang, yang mampu kulakukan adalah merapal selaksa do’a untukmu

Panutanku

Kembalilah bangkit, kesehatanmu sangat kuharapkan saat ini

Komentar Facebook Anda

Yollah Adimurnia

Penulis adalah Mahasiswa Psikologi FPsi USU Stambuk 2020. Saat ini Yollah menjabat sebagai Staf Pengembangan Sumber Daya Manusia BOPM Wacana.

Pentingnya Mempersiapkan CV Bagi Mahasiswa | Podcast Wacana #Eps4