
Oleh: Iyusarah Pakpahan
Kami muda, tapi dunia sudah terlalu tua untuk dipercaya
Kami diajarkan berharap, tapi tiap pagi disambut berita yang menyayat
Apa arti bermimpi, jika kenyataan selalu mematahkan lebih dulu?
Apa guna sekolah tinggi, jika kursi-kursi penting hanya ‘tuk diwarisi?
Tiap hari kami menabung harapan dalam keterbatasan
Di tengah harga yang terasa semakin menggila
Di tengah pemimpin yang turun pada kepentingan sendiri
Kami juga ingin bertumbuh, tapi tanah ini keras
Hujan seakan tak turun untuk semua
Dan matahari hanya menyinari segelintir nama
Maka jika kami diam, bukan berarti tak peduli
Jika kami marah, bukan berarti tak mencintai
Kami hanya lelah bukan menyerah begitu saja
Kami hanya menunggu negeri ini berbenah
Dan benar-benar kembali menjadi rumah
Tempat kami bisa tumbuh tanpa merasa terpinggirkan



