BOPM Wacana

Perkumpulan Gembel FH USU Adakan Kuliah Umum Angkat Isu Democratic Backsliding

Dark Mode | Moda Gelap
Foto bersama pantia, tamu undangan dan peserta kuliah umum Perkumpulan Gemar Belajar, Sabtu (29/8/2026). | Sumber Istimewa

Oleh: Kenny Irenius Surbakti

USU, wacana.org – Perkumpulan Gemar Belajar (Gembel) Fakultas Hukum (FH) Universitas Sumatera Utara (USU) mengadakan kuliah umum bertajuk “Menakar Arah Demokrasi Indonesia di Tengah Isu Democratic Backsliding” di Aula Fakultas Keperawatan USU, Sabtu (29/8/2026).

Acara diawali dengan kata sambutan dari Ketua Panitia, Sufina Jafa Fadhilah, yang menjelaskan tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut. “Kuliah umum ini merupakan cara menghadirkan ruang diskusi, bertanya, dan berpendapat akan isu hukum terkini,” ucapnya.

Sufina menjelaskan kuliah umum tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan kepanitiaan Logos Gevantara yang menjadi kegiatan eksternal tahunan Gembel. Sebelumnya, kepanitiaan tersebut telah melaksanakan “Gembel Law Competition” dan kegiatan donasi buku bersama Perpustakaan Cinta Baca Sumut.

Pada akhir sambutannya, Sufina menjelaskan alasan pengangkatan tema Democratic Backsliding dalam kuliah umum karena banyaknya isu politik saat ini. “Isu-isu seperti korupsi, keterbatasan ruang berpendapat, dan manuver politik menimbulkan pertanyaan. Apakah demokrasi masih berjalan sebagaimana mestinya?,” ujarnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh akademisi Hukum Tata Negara Universitas Indonesia, Titi Anggraini. Dalam pemaparannya, Titi menjelaskan bahwa democratic backsliding saat ini tidak selalu terjadi melalui kekerasan, tetapi dapat dilakukan secara legal dan sistematis. “Kita menghadapi situasi di mana banyak indikator data menunjukkan bahwa demokrasi kita tidak baik-baik saja,” jelasnya.

Titi juga memaparkan sejumlah data yang menunjukkan bahwa kemunduran demokrasi di Indonesia sudah mulai terjadi. Ia menekankan pentingnya peran orang muda dalam memberikan perubahan terhadap isu democratic backsliding. “Maju mundurnya demokrasi bukan ditentukan oleh elite dan institusi atau aktor politik, tetapi dikontribusikan oleh warga yang tetap kritis dan mengambil peran dalam kehidupan politik,” tutup Titi.

Salah satu peserta diskusi, Abdi Negara Situmeang dari komunitas Monitory Initiative memberikan apresiasi kepada Perkumpulan Gembel karena berani menyediakan ruang diskusi dan mengangkat isu demokrasi. “Teman-teman Gembel mengambil inisiatif untuk mengubah paradigma bahwa demokrasi itu harusnya inklusif,” tuturnya.

Komentar Facebook Anda

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).

Pentingnya Mempersiapkan CV Bagi Mahasiswa | Podcast Wacana #Eps4

AYO DUKUNG BOPM WACANA!

 

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan media yang dikelola secara mandiri oleh mahasiswa USU.
Mari dukung independensi Pers Mahasiswa dengan berdonasi melalui cara pindai/tekan kode QR di atas!

*Mulai dengan minimal Rp10 ribu, Kamu telah berkontribusi pada gerakan kemandirian Pers Mahasiswa.

*Sekilas tentang BOPM Wacana dapat Kamu lihat pada laman "Tentang Kami" di situs ini.

*Seluruh donasi akan dimanfaatkan guna menunjang kerja-kerja jurnalisme publik BOPM Wacana.

#PersMahasiswaBukanHumasKampus