BOPM Wacana

Pema Ajak HMJ Wadahi Permohonan Penurunan UKT Semester Sembilan

Dark Mode | Moda Gelap
Sekretariat Pemerintahan Mahasiswa USU di jalan Universitas, Sabtu (24/9). | Widiya Hastuti

 

Oleh: Widiya Hastuti

BOPM WACANA – Pemerintahan Mahasiswa (Pema) USU akan mengajak himpunan mahasiswa jurusan (HMJ) untuk mewadahi permohonan penurunan uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswa semester sembilan.

“Pema akan menyurati ketua HMJ untuk koordinasi,” ujar Wakil Presiden Mahasiswa Hendra Boang Manalu, Selasa (26/9).

Hendra menyampaikan, hal ini dilakukan karena sebelumnya koordinasi dengan gubernur dianggap kurang efektif. “Akarnya di HMJ soalnya, gubernur kan enggak bisa nyentuh mahasiswa langsung harus koordinasi lagi dengan HMJ,” ujarnya.

Menurut Hendra cara ini dilakukan mengingat salinan permohonan penurunan UKT semester sembilan yang terkumpul hanya 400 dari target 1000 salinan. Untuk mencapi target tersebut HMJ dirasa dapat mensosialisasikan langsung kepada mahasiswa semester sembilan masing-masing jurusan.

Mahasiswa yang mengirimkan permohonan penurunan UKT semester sembilan dapat memberikan salinannya kepada ketua MHJ. Lalu ketua HMJ akan mengumpulkanya kepada gubernur.

Hendra mengatakan, Pema USU akan menyurati HMJ usai pelantikan kabinet kerja Pema USU pada 28 September sebab saat ini belum ada pengurus kesekretariatan. “Kita belum bisa mengirim surat resmi, makanya nunggu ada sekertasis dulu,” ujarnya.

Taufiq Al Idrus, Ketua HMJ Ekonomi Pembangunan menyambut baik hal ini. Sebab selama ini HMJ memang sangat minim dilibatkan dan sedikitnya informasi mengenai UKT semester sembilan yang beredar. Menurutnya, HMJ memang dapat lebih merangkul mahasiswa. “Tapi harus dipikirkan juga alternatif kalau ada HMJ yang vakum,” ujar Taufiq.

Taufiq berharap bila hal ini nanti terealisasikan pengumpulan petisi dapat dilakukan lebih cepat dan berjalan efektif karena birokrasinya akan lebih panjang dari saat ini.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).