BOPM Wacana

PD I FF Harapkan UKT Perlancar KBK

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh Amalia Wiliani

PD I FF Harapkan UKT Perlancar KBKBOPM WACANA — Pemberlakuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang telah dicanangkan penerapannya oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) diharapkan dapat memperlancar penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK).“Kalau UKT kan akan ada kenaikan uang kuliah yang berarti materi yang dibutuhkan dalam penerapan KBK dapat terpenuhi,” ujar Pembantu Dekan (PD) I FakultasFarmasi (FF) Prof Julia Reveny.

Menurut Prof Julia, di FF sendiri, penerapan KBK belum dilaksanakan sepenuhnya. Masih tahap kurikulum yang telah ditetapkan kompetensi yang dituju yaitu KBK. Misalnya untuk menjadi apoteker harus memenuhi kompetensi wajib agar mendapatkan izin praktik setelah tamatnya. ”Mau enggak mau kurikulum farmasi harus KBK,” ungkapnya lagi.

Namun begitu, sistem belajar KBK ini telah diterapkan oleh beberapadosen FF. Mahasiswa disuruh mempresentasikan tugas serta berdiskusisementara dosen hanya sebagai moderator. “Metode tersebut dapat melatih keaktifan mahasiswa,” katanya.

Prof Julia juga mengatakan, KBK bukan hanya memerlukan ruangan yang relatif banyak dengan kapasitas 20 mahasiswa per satu ruangannya, melainkan membutuhkan tenaga dosen yang tidak sedikit dengan honor dosen yang perlu diperhitungkan. “Selama ini mahasiwa S-1 diterima kira-kira 200 orang, kelasnya ya dibagi tiga,” katanya.

Menanggapi ini, Luluan Magabe, mahasiswa Farmasi 2012 tidak setuju apabila diterapkannya UKT. Ia menilai KBK memang kurikulum yang dinilai baik, namun UKT bukan jalan keluarnya. “KBK-nya sih setuju, tapi UKT-nya enggak,” pungkas Lulu.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).