BOPM Wacana

FIB Perlu Fasilitas dalam Terapkan KBK

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh Siti Alifa Sukmaradia

BOPM WACANA — Kurangnya fasilitas di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dinilai tidak sepadan dengan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Pasalnya, dalam kompetensi mata kuliah Mendengarkan, mahasiswa harus ditunjang dengan fasilitas yang memadai seperti ketersediaan laboratorium (lab) bahasa. Hal ini diungkapkan oleh Pembantu Dekan I FIB Husnan Lubis (12/4) lalu.

Husnan menjelaskan, FIB tidak diberi keleluasaan dalam mengelola pembangunan seperti penambahan lab bahasa. “Nah masalahnya kita (FIB –red) enggak diberi kepercayaan dalam membangun,” keluhnya. Pihak rektoratlah yang berperan penting dalam penambahan inventaris di fakultas.

Khairiah Pane, mahasiswi Sastra Inggris 2012 menilai tidak bisa dipungkiri, jumlah lab bahasa di FIB hanya satu dan kurang lengkap. “Kalau stambuk atas masuk, kursi pun nyari-nyari lagi,” paparnya. Tidak hanya jumlah kursi, perangkat pendukung pun kurang memadai. Saat ini, mahasiswa hanya menggunakan tape dalam menjalani mata kuliah Mendengarkan.

Minimnya sarana penunjang kegiatan perkuliahan di FIB juga disebabkan kurangnya dana yang dimiliki pihak fakultas sendiri. Ditanyai mengenai masalah ini, Husnan menambahkan bahwa Rencana Kerja Anggaran Tahunan (RKAT) FIB kurang diterima pihak rektorat. “Rektoratkan sudah tahu RKAT kita (FIB –red), ya kita lihat saja nanti,” tambahnya lagi.

Ditambahkan Husnan, di samping infrastruktur, kualitas para dosen juga harus ditingkatkan. Hal ini diperoleh dari kuliah umum dan pelatihan lainnya. Memang, diperlukan dana yang tidak sedikit dalam masa transisi seperti di FIB sekarang ini. Husnan rencananya akan membawa hal tersebut ke dalam rapat mengenai solusi dan pencapaian KBK.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).