Oleh: Santi Herlina

BOPM WACANA | Pasca pencurian kendaraan motor (curanmor) di parkiran baru Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) sekitar dua minggu lalu, petugas satuan pengamanan (satpam) terapkan patroli. Patroli tersebut dilakukan dengan berkeliling di parkiran tiap sejam sekali. Ini dilakukan untuk tingkatkan keamanan dengan mengecek kunci sepeda motor yang tak sengaja tertinggal dan pengunaan kunci ganda. Hal ini disampaikan Merngis Dolker Marbun, petugas parkir FISIP, Jumat (31/10).
Dolker bilang kunci yang tertinggal adalah penyebab terbesar hilangnya sepeda motor. ”Keseringan mahasiswa teledor, enggak sadar kalau kuncinya lupa,” katanya. Ia pun bilang sebelumnya pengamanan dibuat dengan mewajibkan mahasiswa membawa surat tanda nomor kendaraan (STNK). Namun upaya pengamanan dengan bawa STNK itu ditiadakan sebab mahasiswa selalu banyak yang tak bawa STNK. ”Kalau ditanya mereka banyak alasan, jadi enggak diwajibkan lagi. Sekarang cuma pakai KTM (kartu tanda mahasiswa—red) aja,” ujarnya.
Hilal Tagor, mahasiswa Sosiologi 2010 sepakat dengan hal ini. Ia bilang penjagaan sepeda motor saat ini sudah mulai efektif. Apalagi dengan berkeliling memantau sepeda motor satu per satu. ”Baguslah kalau begitu, berarti ada peningkatan pengamanan,” katanya.
Selain sering lupa membawa kunci setelah memarkirkan sepeda motor, mahasiswa yang tak gunakan kunci ganda juga salah satu penyebab sering hilangnya sepeda motor. ”Mahasiswanya aja enggak ada usaha, kayak mana enggak hilang?” kata Dolker.
Senada dengan Dolker, Hilal juga berharap mahasiswa lebih mengantisipasi terjadinya kehilangan sepeda motor, selain petugas. ”Sama-sama menjagalah,” tutupnya.