BOPM Wacana

Panitia PKKMB Farmasi Merasa Waktu Dua Hari Tidak Cukup

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Rizky Adrian

Mahasiswa Fakultas Farmasi melakukan permainan kelompok sebagai pemanasan sebelum memasuki materi, Jumat (26/8), di Aula Farmasi. | Nurhanifah
Mahasiswa Fakultas Farmasi melakukan permainan kelompok sebagai pemanasan sebelum memasuki materi, Jumat (26/8), di Aula Farmasi. | Nurhanifah

BOPM WACANA –  Hafid Syahputra, Wakil Ketua Panitia Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Farmasi (FF) mengatakan, waktu dua hari tidak cukup untuk melaksanakan rangkaian acara yang telah disusun ke dalam rundown. Rangkaian acara yang telah tersusun rapi terpaksa tidak dapat terlaksana semua dan terkesan terburu-buru. “Semua mahasiswa harus gerak cepat untuk setiap jam pergantian,” ungkap Hafid, Senin (29/8) di Aula Farmasi.

Hafid mengatakan rangkaian kegiatan tidak berlangsung maksimal. Misalnya, penyampaian materi oleh Wakil Dekan (WD) III yang tidak begitu dalam karena keterbatasan waktu. Pun ada beberapa rangkaian acara yang dibatalkan seperti pengenalan 25 unit kegiatan mahasiswa di USU, dan acara tur laboraturium yang harus dikurangi jumlah kunjungannya. Dari dari total delapan belas laboraturium di FF, hanya tiga belas yang dikunjungi mahasiswa baru.

WD III FF Marianne mengatakan, waktu yang diberikan tersebut di luar dugaan. Sebelumnya, panitia telah menyusun rundown untuk tiga hari. “Kalau bisa tiga hari alhamdulillah, jadi tidak menghilangkan poin-poin penting yang seharusnya tetap tersampaikan,” ujarnya.

Sigit Duiharianto, Mahasiswa FF 2016 menyampaikan PKKMB di tahun ini cukup menarik dan bagus. Hanya saja waktu yang diberikan oleh panitia begitu singkat, sehingga terasa kurang dalam materinya. Pun, ia berharap waktunya ditambah lagi.

Ke depannya, Hafid berharap waktu PKKMB dapat diperpanjang menjadi tiga hingga empat hari.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).