BOPM Wacana

Pagelaran Budaya Minangkabau, IMIB USU Kembali Tampilkan Randai

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Shella Rafiqah Ully

Empat penari mahasiswa menari Tari Rantak, salah satu tarian daerah Sumatera Barat dalam rangkaian acara Pagelaran Budaya Minangkabau di Gelanggang Mahasiswa, Kamis 1 Mei 2014 | Mutia Aisa Rahmi
Empat penari mahasiswa menari Tari Rantak, salah satu tarian daerah Sumatera Barat dalam rangkaian acara Pagelaran Budaya Minangkabau di Gelanggang Mahasiswa, Kamis 1 Mei 2014 | Mutia Aisa Rahmi

BOPM WACANA — Ikatan Mahasiswa Imam Bonjol (IMIB) USU kembali tampilkan randai dalam rangkaian acara Pagelaran Budaya Minangkabau bertajuk Alek Gadang di Rantau Urang di Gelanggang Mahasiswa USU, Kamis, 1 Mei. “Randai itu seni khas Minangkabau yang padukan seni tari dan drama,” jelas Rachmat Hidayat, Ketua Panitia Pagelaran Budaya Minangkabau. Pada pagelaran budaya kali ini, IMIB USU suguhkan randai Sabai Nan Aluih.

Selain itu, Dayat bilang randai sudah tak ditampilkan di acara Pagelaran Budaya Minangkabau selama tiga tahun terakhir. Sebab terkendala tak ada pemain yang bisa memainkan randai. Sebab itu tahun ini randai dipentaskan kembali. “Munculkan lagi identitas Minang, kan sekarang udah ada yang bisa main randai,” ungkapnya.

Novita Dumasari Lubis, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya 2012 apresiasi pertunjukan randai ini. . “Walaupun ngerti jalan cerita randainya lewat gerakan tubuh, bukan bahasa,” katanya. Pun menurutnya pagelaran kali ini sudah punya konsep yang bagus dan benar-benar memunculkan nuansa Minangkabau

Berbeda dengan sebelumnya, pada Pagelaran Budaya Minangkabau kali ini panitia menetapkan harga tiket. Dayat katakan hal ini sebanding dengan acara besar yang diselenggarakan. “Rp 10 ribu per tiket, standarlah. Snack-nya juga lumayan,” pungkasnya.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).