BOPM Wacana

Dekanat FISIP Tak Cairkan Dana Pemira

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Rati Handayani

Komandan Satuan Menwa Andi Kusuma Sidabutar (tiga dari kiri) bacakan MoU antara HMD dan KPU FISIP disaksikan PD III FISIP Edward (empat dari kiri), Ketua KPU FISIP Sayed Muhammad Dauly (dua dari kanan), Aliansi HMD FISIP, dan tujuh Ketua KAM peserta Pemira FISIP, Rabu (30/4). | Andika Syahputra
Komandan Satuan Menwa Andi Kusuma Sidabutar (tiga dari kiri) bacakan MoU antara HMD dan KPU FISIP disaksikan PD III FISIP Edward (empat dari kiri), Ketua KPU FISIP Sayed Muhammad Dauly (dua dari kanan), Aliansi HMD FISIP, dan tujuh Ketua KAM peserta Pemira FISIP, Rabu (30/4). | Andika Syahputra

BOPM WACANA — Dekanat Fakultas Ilmu-ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) tak cairkan dana Pemilihan Umum Raya (Pemira) FISIP kemarin. Pasalnya Pemira FISIP tak terselenggara sampai selesai karena keluarnya memorandum of understanding (MoU) pengambil alihan Pemira FISIP oleh dekanat untuk diundur sampai waktu yang belum ditentukan pada Rabu kemarin pukul 13.30 WIB. Demikian kata Pembantu Dekan III Edward, Rabu (30/4).

Selain itu, sebelum keluarnya MoU, Edward bilang berdasarkan kesepakatan dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) FISIP, dana Pemira FISIP tak akan cair jika terjadi kerusuhan. “Ini belajar dari tahun lalu yang rusuh dan tidak ada laporan pertanggungjawabannya hingga sekarang,” jelas Edward.

Oleh karena itu, terselenggaranya Pemira FISIP kemarin masih gunakan dana KPU dari pendaftaran kelompok aspirasi mahasiswa (KAM) dan calon gubernur-wakil gubernur (cagub-cawagub).

Ketua KPU FISIP Sayed Muhammad Dauly tak permasalahkan keputusan dekanat.  “Kalau dikasih ya enggak apa-apa,” katanya.

Hingga saat ini, pengeluaran Pemira FISIP masih bisa ditalangi KPU FISIP dari uang pendaftaran KAM dan cagub-cawagub. “Dananya hampir habis, kurang lebih Rp 100 ribu gitulah sisanya,” tutup Sayed.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).