BOPM Wacana

Muhammad Assad: Kewajiban Penulis Adalah Membaca

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh Sofiari Ananda

Muhammad Assad (kanan) mengisi diskusi tentang bukunya 99 Hijab Stories, ekonomi syariah dan menulis pada acara Halal Bihalal Rumah Berdikari dan Diskusi 99 Hijab Stories di rumah berdikari, Rabu (21/8). | Sofiari Ananda
Muhammad Assad (kanan) mengisi diskusi tentang bukunya 99 Hijab Stories, ekonomi syariah dan menulis pada acara Halal Bihalal Rumah Berdikari dan Diskusi 99 Hijab Stories di rumah berdikari, Rabu (21/8). | Sofiari Ananda

BOPM WACANA —­­ Salah satu kewajiban penulis adalah membaca. Ibarat teko yang kosong, maka tidak ada air yang dapat dituangkan dan sebaliknya. Sama halnya dengan otak manusia, jika tidak ada isinya maka tidak ada yang bisa dikeluarkan atau ditulis. Banyak baca, banyak ilmu yang bisa dikeluarkan. Hal ini dikatakan Muhammad Assad, penulis, motivator dan pengusaha muda usai mengisi acara Halal Bihalal Rumah Berdikari dan Diskusi 99 Hijab Stories di rumah berdikari, Rabu (21/8). “Semakin banyak membaca, semakin lancar menulis. Sisanya tinggal praktek,” jelas Assad.

Dewan Pembina Rumah Berdikari Meutya Hafid juga mengatakan penulis harus banyak membaca. Menurut Meutya, membaca dapat membuat penulis mampu menulis dengan jujur. Artinya menulis apa adanya bukan karena ingin mendapat apresiasi. “Sehingga yang sejujurnya dari penulis adalah yang baik untuk dibaca orang lain,” ujarMeutya. Selain itu, banyak membaca dapat memunculkan gaya tulisan penulis itu sendiri.

Meutya juga mengungkapkan dalam menulis gunakan kata yang bisa dimengerti orang banyak, agar orang mudah mendapat pesan yang disampaikan. “Bahasa yang nyaman dan ringan,” tutur Meutya. Ia menambahkan, kalau perlu ada teman yang membantu memberi penilaian.

Pun menurut Assad. Gunakan bahas yang bisa dicerna siapa saja. Artinya saat orang yang paling bodoh, paling malas baca atau berpikir, paham dengan tulisan kita, berarti tulisan tersebut bagus dan berhasil. “Tidak harus dengan bahasa yang tinggi. Tulisan yang mudah,” tambah Assad.

Menurut Assad, tiap penulis punya gaya dan kekuatan masing-masing. Yang terpenting selalu berusaha, belajar dan cari ilmu. “Terakhir, berjuang di bidangnya masing-masing,” tutupnya.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).