BOPM Wacana

Mengembalikan Artefak Yang Hilang

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh Ferdiansyah

Sumber: Istimewa
Sumber: Istimewa

Judul: CZ12: Chinese Zodiac

Sutradara: Jackie Chan

Naskah: Jackie Chan, Frankie Chan

Pemain: Jackie Chan, Oliver Platt, Caitlin Dechelle, Steven Dasz, Kenny G

Durasi: 123 menit

Diisi dengan karakter-karakter yang dangkal, Film ke-101 Chan ini terkesan ‘lelah’.

Usia yang ke-58 tahun tidak membuat Jackie Chan berhenti melakukan aksi-aksi mengerikan yang selalu dilakukannya sendiri tanpa bantuan pemeran pengganti atau stuntman. Tak hanya sebagai pemain, kali ini ia bertindak sebagai sutradara, penulis skenario sekaligus sebagai produser.

Film dibuka dengan narasi yang menuturkan tentang negara China yang diinvasi oleh pasukan Inggris pada tahun 1860. Tidak hanya menjajah wilayah dan rakyat negara tersebut, para pasukan Inggris juga mencuri banyak benda-benda bersejarah untuk dibawa pulang kembali ke negara mereka, termasuk 12 potongan kepala patung binatang yang mewakili 12 figur astrologi China. Ratusan tahun berlalu, benda-benda bersejarah yang awalnya dikira telah musnah tersebut secara perlahan mulai muncul di berbagai rumah pelelangan dunia dengan harga yang setinggi langit akibat diburu oleh banyak kolektor dan pemburu barang-barang antik dari berbagai penjuru dunia.

Salah satu dari pemburu barang antik tersebut adalah seorang pengusaha terkenal bernama Lawrence Morgan (Oliver Platt), pemilik perusahaan MP yang berkeinginan besar untuk mengoleksi kedua belas kepala patung tersebut. Untuk itu ia menyewa seorang pemburu harta karun, JC (Jackie Chan), demi mengumpulkan lima kepala patung yang belum ditemukan dengan bayaran sebesar US$ 1 juta untuk setiap potongan kepala patung yang berhasil didapatnya.

Bersama dengan anggota kelompoknya (Kwon Sang Woo, Zhang Linxin dan Liao Fan), JC memulai pencariannya dengan menemui Coco (Yao Xingtong), seorang wanita peneliti yang berniat untuk mengumpulkan seluruh benda bersejarah asal China dan mengembalikannya kembali ke negara asalnya. Melalui Coco-lah, JC mulai belajar bahwa benda-benda bersejarah yang selama ini ia buru, memiliki identitas yang sama sekali tidak dapat diukur dengan uang semata.

JC mendatangi Coco yang berada di Paris, Perancis dan dari sanalah diketahui bahwa ada dua kepala patung yaitu ayam dan tikus yang berada di istana salah satu orang kaya di Paris. Dengan jerih payahnya akhirnya JC berhasil menemukan tempat penyimpanan kedua patung tersebut bahkan menemukan lukisan mawar yang dicarinya selama ini. Lanjut ke perjalanan ke suatu pulau dimulai dengan berbekal lukisan yang pernah dilukis oleh sang kakek buyut Katherine, wanita Perancis. Petualangan tidak semudah yang dikira dan Coco mengalami cidera akibat jatuh dari lereng jurang. Dia jatuh tepat di dalam bekas puing-puing kapal Indestructibleyang entah mengapa bisa terdampar disana. Katherine berhasil menemukan tulang-belulang kakek buyutnya. JC secara tak sengaja juga menemukan patung ular dan kambing.

Pada akhirnya JC dan kawan-kawan lolos dari pulau tersebut dengan mengendarai batang kayu besar yang dipakai untuk menerobos hutan menuju laut. Selanjutnya batang pohon itu ditarik dengan kapal. Coco curiga terhadap JC bahwa ada maksud terselubung dalam petualangan ini. Coco menuduhnya bahwa semuanya ini hanya karena emas yang tersimpan didalam batang pohon. Kalaupun menemukan patung-patung zodiak pasti akan dijual dengan harga tinggi. JC tidak bisa menghindar. Sayangnya, tiba-tiba emas didalam pohon tumpah semua ke dalam laut. Tidak ada yang bisa diselamatkan.

JC berhasil menemukan empat buah patung zodiak dan masih kurang satu lagi yaitu Naga. Akhirnya JC sadar bila telah dipermainkan oleh perusahaan MP. Film kemudian ditutup dengan aksi heroik JC menyelamatkan kepala patung Naga yang akan dibuang ke gunung berapi. Di sini, penonton dibuat diam sejenak melihat tubuh JC yang tak berdaya melayang jatuh dari dekat puncak dengan kecepatan tinggi gunung tanpa menggunakan parasut. Keberaniannya yang akhirnya membuat banyak pengusaha mengembalikan artefak yang mereka miliki ke beberapa negara pemilik artefak tersebut.

Sama seperti film Jackie Chan kebanyakan, perpaduan aksi dan unsur komedi jadi sajian utama kepada penonton sejak awal film dimulai. Dari kejar-kejaran JC dengan anjing-anjing penjaga di labirin sebuah istana. Hingga petualangan JC dengan teman-temannya bertemu dengan kawanan perompak dengan berbagai asal negara di sebuah pulau. Semuanya mempunyai khas yang sama ala Jackie Chan.

Jackie Chan sepertinya masih belum puas dengan film-film yang ia mainkan sebelumnya sehingga terlihat berusaha keras untuk menyajikan pola penceritaan yang sama di film ini. Koreografi aksi dalam film ini begitu mudah ditebak. Tata sinematografi dan tata musiknya juga hadir seperti yang tidak diharapkan. Sama sekali tidak memberikan dukungan bagi kualitas film ini secara keseluruhan.

Karakter-karakter yang dituliskan oleh Jackie Chan juga terlihat dangkal. Setiap karakter digambarkan dengan begitu klise dan sama sekali tidak menarik. Yang lebih membingungkan adalah penggunaan bahasa Mandarin, Inggris dan Prancis oleh setiap karakter. Satu karakter dapat saja terlihat tidak mampu berbahasa Inggris di satu adegan, kemudian malah mampu berbahasa asing dengan lancar di adegan yang lain. Atau malah tidak mengenal bahasa Mandarin sebelumnya namun dengan fasih berdialog dengan bahasa tersebut di akhir cerita.  Aneh. Satu-satunya sisi positif dari Chinese Zodiac adalah pemanfaatan efek visual yang cukup efektif di banyak adegan.

Jackie Chan yang hadir dalam Chinese Zodiac adalah sosok aktor yang telah terlihat terlalu lelah untuk melakukan berbagai adegan aksi namun tetap memaksakan dirinya untuk tetap tampil. Bahkan memaksa untuk memberikan kontribusi di berbagai bagian teknikal lainnya yang harus diakui berada di luar batas kemampuannya.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).