BOPM Wacana

Mencari Jejak Putri Keraton

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh Fredick Broven Ekayanta Ginting

Judul: Java Heat

Sutradara: Conor Allyn

Naska: Conor Allyn, Rob Allyn

Pemain: Kellan Lutz, Ario Bayu, Mickey Rourke, Atiqah Hasiholan, Rio Dewanto, Tio Pakusadewo

Tahun: 2013

Durasi: 103 Menit

Dua anggota aparat negara dari Indonesia dan Amerika Serikatberduet mengungkap kasus terorisme yang menyebabkan hilangnya Putri Keraton Yogyakarta.

Film ber-genre action drama polesan sutradara Conor Allyn kembali hadir di tanah air. Sebelumnya Conor Allyn berhasil menyutradarai film trilogi Merah Putih. Ario Bayu, Rio Dewanto dan Atiqah Hasiholan bahkan bermain bersama aktor Twilight Kellan Lutz dan aktor Iron Man 2 Mickey Rourke. Film ini berlatar di Yogyakarta dan Candi Borobudur, namun bernuansa film-film Hollywood. Menceritakan tentang kerja sama antara dinas rahasia Amerika Serikat (AS) dan Kepolisian Indonesia dalam mengungkap kasus terorisme di keraton Yogyakarta yang menyebabkan hilangnya Sultana (Atiqah Hasiholan), putri keraton beserta hilangnya barang-barang berharga milik keraton, terutama perhiasan Khmer Royal Treasure. Diduga pelaku kasus ini adalah sindikat kejahatan internasional, sehingga melibatkan negara AS.

Letnan Hashim (Ario Bayu) awalnya menginterogasi Jake Travers (Kellan Lutz) yang mengaku sebagai mahasiswa Universitas Cornell AS dan sedang menyelesaikan tugas makalah mengenai budaya Asia Tenggara. Hashim meragukan kebenaran semua cerita yang disampaikan oleh Jake. Jake sendiri adalah salah satu saksi yang masih hidup saat terjadi ledakan di keraton. Hashim lantas membawa Jake ke ruang mayat sebuah rumah sakit dan menunjukkan mayat yang diduga sebagai Sultana. Namun, di tubuh mayat Sultana yang merupakan seorang muslim terdapat tato berbentuk harimau. Hashim berkesimpulan mayat tersebut bukan Sultana. Sultana diduga telah diculik oleh sekelompok orang.

Hashim mulai mencurigai Jake saat melihat ia mampu menggunakan senjata dengan sangat baik ketika mereka ditabrak dan diserang oleh sekelompok orang. Nyawa Hashim terselamatkan oleh kelihaian menembak Jake. Hashim juga mengetahui fakta bahwa Jake terlibat dalam beberapa pengeboman di Baghdad, Kabul, dan Beirut melalui sidik jarinya dari data-data milik Interpol (International Police). Jake lantas menyebut dirinya yang sebenarnya adalah anggota dari Federal Bureau Investigation (FBI) dan sedang memburu salah seorang sindikat kejahatan internasional yang terlibat dalam pengeboman keraton itu.

Hashim kemudian memutuskan bekerja sama dengan Jake mengusut kasus tersebut tanpa diketahui oleh atasannya. Jake melanjutkan misinya tanpa bersama Hashim. Tetapi Hashim tetap mengawasi dan memerhatikan setiap tindakan yang dilakukan oleh Jake. Hashim merasa Jake berada di pihaknya, namun ia merasa bahwa semua yang diceritakan Jake adalah kebohongan belaka.

Jake yang mendapatkan petunjuk dari rekannya di AS mengunjungi sebuah klub malam untuk mencari identitas sosok yang menjadi buronan dan targetnya. Ia berhasil melewati hadangan anak buah targetnya tersebut dan mendapatkan nama dibalik sindikat kejahatan tersebut, Malik (Mickey Rourke). Sementara itu, Hashim menemukan seluruh anggota keluarganya hilang ketika pulang ke rumahnya. Kasus pun semakin rumit. Hashim dan Jake mengejar target yang sama. Perlahan tapi pasti, Hashim dan Jake berhasil memecahkan kasus yang mereka hadapi. Belakangan Jake yang mengaku anggota FBI sebenarnya adalah prajurit marinir yang menjalankan misi tanpa perintah atasan. Ia ingin membalaskan dendam atas kematian yang dialami adiknya dalam sebuah ledakan.

Puncak aksi yang terdapat dalam film ini adalah kejar-mengejar antara Jake bersama Hashim dan Malik yang membawa Sultana. Peristiwa ini terjadi di Candi Borobudur bersamaan saat perayaan Waisak dan pelepasan lampion oleh umat wilayah tersebut. Puncaknya adalah tertembaknya Malik, dan kembalinya keluarga Hashim, Sultana, dan perhiasan milik keraton.

Alur film ini dirancang rapi sedemikian rupa oleh Conor Allyn. Ia menyusun beberapa rentetan peristiwa yang membuat Hashim dan Jake harus menyelesaikannya satu per satu. Dari rentetan itu, perlahan diketahui motif sebenarnya kejahatan yang dilakukan oleh Malik. Ditemukan juga motif penculikan terhadap Sultana tersebut. Conor Allyn mampu membuat penasaran penonton, disertai dengan adegan-adegan yang penuh dramatis. Selain itu aksi-aksi yang mayoritas diperankan oleh orang-orang pribumi ini terlihat dinamis dan menguji adrenalin. Conor Allyn menunjukkan aktor-aktor Indonesia juga mampu ber-actionlayaknya bintang-bintang Hollywood.

Latar yang berlangsung di Yogyakarta dan Candi Borobudur juga menunjukkan kekhasan dari Jawa. Jalanan, rumah-rumah, kendaraan, dan tempat-tempat ditampilkan sesuai khas Jawa. Java Heat ini sendiri baru akan dirilis di bioskop Indonesia pada 18 April mendatang. Sejakthriller film ini dirilis, banyak pecinta film bergenre action menunggu-nunggu kehadiran film ini.

Komentar Facebook Anda

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).