BOPM Wacana

Masuk PRSU, Pengunjung Dapat Gunakan Kartu

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Yulien Lovenny Ester Gultom

Kabupaten Humbang Hasudutan merupakan kabupaten pemekaran yang ikut memamerkan karya daerahnya di PRSU, Senin (21/3). | Yulien Lovenny Ester Gultom
Kabupaten Humbang Hasudutan merupakan kabupaten pemekaran yang ikut memamerkan karya daerahnya di PRSU, Senin (21/3). | Yulien Lovenny Ester Gultom

BOPM WACANA — Tahun ini, pengunjung yang ingin mengikuti kegiatan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) mulai 18 Maret hingga 18 April dapat menggunakan Kartu PRSU. Kartu ini diciptakan untuk memperkenalkan teknologi baru sekaligus menarik minat pengunjung untuk datang ke PRSU. Hal ini disampaikan Ira Marian Sukma, Manajer Promosi PRSU 2016, Senin (21/3).

Ira jelaskan dengan kartu ini pengunjung dapat masuk kapan saja selama 32 hari dan bisa hemat hingga 75 persen. Ia bilang harga tiket berkisar Rp 15 ribu pada hari Senin hingga Kamis dan Rp 20 ribu pada hari Sabtu dan Minggu, sedang jika menggunakan kartu seharga Rp 125 ribu pengunjung bebas masuk kapan saja. “Satu hari satu kali pemakaian,” ujarnya. Selain itu, kartu bisa dipakai bergantian dengan orang yang berbeda setiap harinya.

Untuk teknis penggunaannya, Ira sampaikan kartu dapat dibeli di Indomaret kemudian dibawa ke PRSU untuk diaktifkan. Kartu akan dipindai oleh mesin yang ada di PRSU, kemudian pengunjung dapat masuk. “Kita mau orang berkali-kali ke PRSU,” ujarnya.

Ratna Puspita Guci, salah satu pengunjung mengaku ide ini baik tapi tak cukup efektif. Ia mengatakan tidak semua orang mau ke PRSU setiap hari. “Saya saja hanya sehari ke sini, besok enggak lagi,” ujarnya. Ia juga katakan harga Rp 125 ribu cukup mahal.

Ira berpendapat, harga Rp 125 ribu untuk 32 hari dengan fasilitas yang diberikan sudah sangat murah. Ia mencontohkan jika menonton konser membutuhkan biaya Rp 200 ribu, sedang di PRSU dengan Rp 125 ribu pengunjung bisa menonton konser sebelas penyanyi ternama.

Tahun ini PRSU menargetkan 250 ribu pengunjung.

Komentar Facebook Anda

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).