BOPM Wacana

Maherat Paras Jiwa yang Suci

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Samuel Sihaloho

 

Seorang muda berkaca di laut yang jernih

Memandang lekat paras suci jiwanya

Belantara yang bermakna kata hati murni

Angkasa mana yang tak mencintai hangat seringaimu, tuan muda

 

Seorang muda menyelam lautan yang biru

Menyelam keadilan ke lubuk hati

Dalam palungnya terkubur duka dalam jiwa

Ada getaran menggugah pilar ingatan yang lurus

Angkasa mana yang tak menginginkan jamah tanganmu, tuan muda

 

Seorang muda menapaki dasar laut yang hening

Menilik ke dalam hati dusta apa yang tersembunyi

Dalam keheningan bergelora bujuk rayu memikat

Menjadi buih-buih putih yang memperelok permukaan

Angkasa mana yang tak menunggu mata hatimu terbuka, tuan muda

 

Seorang muda menyusuri lautan tak bertepi

Tergulung arus bujuk rayuan yang menipu

Tiap deburan ombaknya menghempas ingatan yang pudar

Mencekik hasrat memburu jiwa yang dulu

Menghanyutkan nurani mula-mula menyelimuti rasa

Angkasa mana yang tak merindukan keteguhan hatimu, tuan muda

 

Biadab beria-ria dalam tangis yang memilukan

Meredam amuk ombak

Menyeret jiwa-jiwa lunglai ke palung sepi

 

Jiwa tercipta dengan permulaan putih memikat

Kata hati yang membahana

Terempas debur ombak yang mengoyak jiwa

Saksi keadilan jadi alas kaki

Bagi manusia bengah di pelataran adikara

 

Angkasa mana yang tak menangisimu, tuan muda

Ketika kau berkaca di laut yang jernih

Hanya bisa menatap risau

Keadilan

Berlalu

Pergi

Komentar Facebook Anda

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).

Pentingnya Mempersiapkan CV Bagi Mahasiswa | Podcast Wacana #Eps4