BOPM Wacana

LP USU: Dosen Peneliti Masih Sepuluh Persen

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Rati Handayani

Gedung LP USU di Jalan Perpustakaan, Jumat (10/10). | Lazuardi Pratama
Seorang pengendara motor melewati halaman gedung LP USU, Jumat (10/10). | Lazuardi Pratama

BOPM WACANA Sekretaris Lembaga Penelitian USU Chairani Hanum, Kamis (9/10) mengatakan jumlah dosen USU yang meneliti pada 2010-2014 masih  rendah, yakni sepuluh persen dari total dosen di USU. Rendahnya jumlah dosen USU yang meneliti ini terlihat dari sedikitnya proposal penelitian masuk ke LP. Dari 1.658 dosen USU, pada 2010-2014, rata-rata dosen peneliti berjumlah 160 orang. “Orangnya pun itu-itu saja,” tambahnya.

Kata Chairani, hal disebabkan belum banyaknya dosen USU yang sadar bahwa dosen harus meneliti. “Ruh bahwa meneliti adalah tri dharma belum ada. Kebanyakan hanya mengajar saja,” ujarnya. Selain itu, dosen peneliti belum tangguh memanfaatkan dan mencari peluang meneliti, sebab tak semua proposal penelitian dikabulkan.

Hal ini dibenarkan Prof Iskandarini, dosen Fakultas Pertanian. Menurutnya, selain penyebab yang disampaikan Chairani, hal ini disebabkan dosen yang meneliti masih meneliti secara individual. “Belum ada kebersamaan sesama dosen dalam meneliti,” katanya. Pun katanya banyak dosen yang belum menguasai bahasa Inggris.

Namun, kata Chairani, LP punya target jumlah dosen peneliti naik 25 persen pada 2015. Upaya LP menggenjot jumlah itu yakni dengan mengoptimalkan pelaksanaan program kerja menumbuhkan budaya meneliti, menulis dan pemerolehan Hak atas Kekayaan Intelektual yang tertera di Rencana Strategis USU 2014-2019.

Senin, 13 Oktober esok, LP menggelar pelatihan enam puluh dosen muda. Pelatihan itu meliputi pembuatan proposal penelitian, penelitian dan publikasi hasil penelitian. Sumber dana penelitiannya berasal dari hibah tambahan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).