BOPM Wacana

LBH Pers Adakan Pelatihan Penguatan Kapasitas Persma di Kota Medan

Dark Mode | Moda Gelap
Sesi Pemaparan Materi oleh Adi Marsiela pada Pelatihan Penguatan Persma di Kota Medan, Selasa (27/10/2026). | Salwa Putri Assyifa

Oleh: Shifwah Suhaila

USU, wacana.org — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers mengadakan Pelatihan Penguatan Kapasitas Pers Mahasiswa (Persma) di Kota Medan. Kegiatan berlangsung selama dua hari, pada 27–28 Oktober, di Hotel Swiss-Belinn Medan. Hal ini dikonfirmasi oleh Pengacara Publik LBH Pers sekaligus salah satu pemateri, Chikita Edrini Marpaung, pada Rabu (28/10/2026).

Ia mengatakan bahwa kegiatan ini dilandasi oleh hasil riset yang telah dilakukan oleh LBH Pers. “Sebenarnya kegiatan ini dilandasi dari hasil riset kami yang menemukan bahwa persma sebetulnya mengalami beberapa serangan yang sangat spesifik, tetapi jaminan perlindungannya belum diatur secara rigid di dalam regulasi,” jelasnya.

“Kami menilai bahwa penting bagi persma untuk mendapatkan pelatihan dan peningkatan kapasitas agar lebih berdaya dan juga mampu menyelesaikan kasus advokasi apabila mengalami praktik-praktik serangan, baik terkait sengketa jurnalistiknya maupun dalam bentuk kriminalisasi ataupun lainnya, termasuk serangan digital,” lanjutnya.

Pada hari pertama, acara dimulai dengan kesepakatan bersama mengenai keberlangsungan acara yang dipandu oleh fasilitator. Berikutnya, peserta diminta untuk melakukan prates melalui Google Form. Kegiatan penguatan kapasitas ini menggunakan metode pemaparan materi dan diskusi kelompok.

Acara diisi oleh tiga narasumber, yakni Adi Marsiela (Ketua Bidang Internet Aliansi Jurnalis Independen), yang membawakan materi tentang bagaimana persma berperan sebagai fact checker dan melawan disinformasi.

Kemudian, Chikita Edrini Marpaung (Pengacara Publik LBH Pers) menjelaskan materi berjudul Kebebasan Berekspresi, Kebebasan Pers, serta Hak Asasi Manusia. Selanjutnya, Lusty Ro Manna Malau (Pendiri Perempuan Hari Ini) mengangkat materi Keamanan Digital.

Salah satu pemateri, Adi, menjelaskan sekaligus mempraktikkan berbagai metode praktis untuk menguji kebenaran informasi dan mendeteksi berita bohong (hoaks) yang kerap beredar di media sosial. Para peserta diajak memahami cara kerja penelusuran lanjutan menggunakan perangkat digital (tools) pendukung Open Source Intelligence (OSINT).

“Yang paling penting bukan tools-nya, tapi prinsip kerjanya, karena tools itu bisa apa saja dan selalu berkembang sebab platformnya terbuka. Kalau bahasa kerennya, yang teman-teman sedang pelajari hari ini adalah OSINT,” katanya.

Salah satu perwakilan dari LPM Perspektif Insan, Lisma Azhara, turut menyampaikan kesan dan pesannya setelah mengikuti kegiatan pelatihan pada hari pertama. “Kesannya seru, banyak bertemu sama anak-anak organisasi yang lain, banyak berinteraksi juga. Untuk harapan ke depannya, semoga acara LBH ini bisa dilakukan kembali dan semoga juga orang-orangnya (peserta) sama atau mungkin lebih ramai lagi,” harapnya.

Komentar Facebook Anda

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).

Pentingnya Mempersiapkan CV Bagi Mahasiswa | Podcast Wacana #Eps4

AYO DUKUNG BOPM WACANA!

 

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan media yang dikelola secara mandiri oleh mahasiswa USU.
Mari dukung independensi Pers Mahasiswa dengan berdonasi melalui cara pindai/tekan kode QR di atas!

*Mulai dengan minimal Rp10 ribu, Kamu telah berkontribusi pada gerakan kemandirian Pers Mahasiswa.

*Sekilas tentang BOPM Wacana dapat Kamu lihat pada laman "Tentang Kami" di situs ini.

*Seluruh donasi akan dimanfaatkan guna menunjang kerja-kerja jurnalisme publik BOPM Wacana.

#PersMahasiswaBukanHumasKampus