BOPM Wacana

KPU USU Adakan Debat Kandidat Capres-Cawapres

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Widiya Hastuti

BOPM WACANA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) USU mengadakan debat kandidat calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) di gelaggang mahasiswa, Senin (22/5).

Debat kandidat dihadiri dekan, wakil dekan I, Unit Kegiatan Mahasiswa, perwakilan himpunan mahasiswa jurusan,  pema sekawasan dan mahasiswa USU. Acara ini diisi tiga panelis yaitu Wakil Rektor I Prof Rosmayati, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Murianto Amis, Dan Staf Ahli Kemahasiswaan Agus Salim Harahap. Hal ini disampaikan Mahmud Akbar Abidin Damanik, Ketua KPU USU.

Akbar menyampaikan debat kandidat bertujuan menunjukan dan mengenalkan capres-cawapres kepada mahasiswa. Di sini mahasiswa dapat mengenal lebih jauh capres-cawapres.  Pun, membangkitkan kesadaran dan semangat mahasiswa USU tentang pemerintahan mahasiswa (pema). ”Dari debat ini mahasiswa bisa menilai yang didukungnya layak nggak didukung,” ujar Akbar.

Akbar menjelaskan pembukaan debat terlambat satu jam dari waktu yang dijadwalkan pada pukul 16.00 WIB. Hal ini karena kurangnya komunikasi dari KPU dengan pihak gedung, masih banyak mahasiswa yang kuliah, juga sidang money politic di Biro Rektor USU yang menyebabkan harus menunggu WR I.

Oshinda M S, Mahasiswa Fakultas Keperawatan 2013 mengatakan debat kandidat ini dapat memberikan pandangan mahasiswa kepada calon. Menurutnya, paslon masih kurang survei untuk menentukan program kerja (progja), terbukti saat paslon menjawab pertanyaan panelis dan dibantah panelis. Ia merasa setiap capres-cawapres memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Oshinda berharap setiap pasangan calon (paslon) tidak hanya berjanji. Menurutnya mahasiswa tidak memerlukan progja yang banyak tapi realisasi. “Kerja pema harus terasa ke setip individu,” ujarnya. Ia sendiri telah menetukan pilihanya untuk pemira yang akan di adakan pada 24 Mei.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).