BOPM Wacana

Kenalkan Budaya, Sastra Cina Gelar The Chinese Day

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Shella Rafiqah Ully

Sejumlah mahasiswa Sastra Cina menonton film The Lost of Journey di Ruang D Pusat Bahasa USU, Rabu (19/11). | Shella Rafiqah Ully
Sejumlah mahasiswa Sastra Cina menonton film The Lost of Journey di Ruang D Pusat Bahasa USU, Rabu (19/11). | Shella Rafiqah Ully

BOPM WACANA Sebagai upaya memperkenalkan budaya Tiongkok kepada mahasiswa, Departemen Sastra Cina gelar The Chinese Day mulai Rabu hingga Jumat, 19-21 November mendatang. Hal tersebut disampaikan Ketua Departemen Sastra Cina Tengku Thyrhaya Zein, Rabu (19/11).

Thyra bilang budaya Tiongkok penting diperkenalkan salah satunya untuk menambah semangat belajar mahasiswa Sastra Cina. Bahkan Thyra sendiri berharap mahasiswa Sastra Cina juga dapat berkunjung langsung ke Tiongkok.

Thyra mengatakan budaya Tiongkok ini akan diperkenalkan dari berbagai hal, sebab itu pihaknya sudah siapkan serangkaian acara. Diantaranya, pemutaran film Tiongkok, pementasan opera Beijing, kelas belajar penulisan kaligrafi Cina, kunjungan wisata ke rumah Tjong A Fie serta menghadirkan pemain musik tradisional Cina. Namun, The Chinese Day kali ini hanya diikuti oleh mahasiswa Sastra Cina saja.“Karena baru pertama kali kita buat dimulai dari lingkungan kecil dulu,” ujar Thyra.

Rudiansyah, Ketua Huashan, Himpunan Mahasiswa Sastra Cina, tanggapi baik acara ini sebab mahasiswa dapat belajar langsung. Menurutnya, cara ini bisa menciptakan semangat untuk mengenal dan belajar memperdalam budaya Tiongkok. “Kan kalau udah kenal bisa suka jadinya semakin mau belajar,” harapnya.

Thyra mengatakan setelah ini, rencana pihaknya,The Chinese Dayakan diprogramkan setiap tahunnya. The Chinese Day pagi tadi turut dibuka Konsulat Jenderal Tiongkok di Medan.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).