
Oleh: Tio Hasianna Vincentia Hutahaean
USU, wacana.org – Kementerian Aksi dan Propaganda (Kemenakspro) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar opening ceremony Sekolah Pergerakan dan Propaganda Angkatan I dengan tema “Bergerak atau Tertindas”. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa perwakilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) se-kawasan USU dan berlangsung di Gedung Pusat Kemahasiswaan USU, Selasa (27/10/2026).
Ketua Organizing Committee, Daniel Fritz Weber Sinaga, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempertajam keberanian mahasiswa dalam menyuarakan pendapat secara kritis. “Saya harap forum ini menjadi ruang untuk bertanya, bukan hanya mendengarkan, tetapi kita terapkan di luar forum ini,” ungkapnya.
Faisal Andi Mahrawa, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USU sekaligus pemateri, menjelaskan tentang kesadaran kritis. “Mahasiswa bukanlah entitas elitis yang terpisah dari masyarakat. Mahasiswa tidak hanya berfungsi sebagai pelajar di ruang kelas, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mendorong pembaruan gagasan dan kebijakan,” jelasnya.
Salah satu peserta, Mahan Elfito Situmorang, mahasiswa Ilmu Politik USU stambuk 2026, menuturkan bahwa kegiatan ini sangat melatih pemikiran kritis. “Semoga para peserta mendapatkan wawasan tambahan mengenai pergerakan,” ujarnya.



