BOPM Wacana

Kampanye Anti Kekerasan Lewat Pagelaran Budaya

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Sri Wahyuni Fatmawati P

| Rati Handayani
Ben, vokalis grup band Equaliz sedang membawakan lagu Darah Juang di Acara Judical Education ‘Pagelaran Budaya Anti Kekerasan di Pengadilan’ yang digelar KY dan LBH Medan, Selasa (22/9). Equaliz beranggotakan mahasiswa Etnomusikologi dan sempat jadi band pembuka Soundsation di Bali pada September lalu. | Rati Handayani

BOPM WACANA — Komisi Yudisial Indonesia lewat Lembaga Badan Hukum Medan mengadakan Judicial Education dengan tema Pagelaran Budaya Anti Kekerasan di Pengadilan, Selasa (22/9) di pelataran Fakultas Ilmu Budaya (FIB). Septia Maulid Siregar, Panitia Pelaksana Judicial Education katakan acara ini diadakan dalam rangka kampanye anti kekerasan di pengadilan.

Septia jelaskan acara ini juga merupakan tindak lanjut dari survei yang telah dilakukan Komisi Yudisial Indonesia di enam kota besar di Indonesia terkait tindak kekerasan di pengadilan. “Hasil surveinya, masih banyak tindak kekerasan di pengadilan yang terjadi, jumlahnya jauh di atas rata-rata, karena itu ini dilakukan sebagai ajang kampanye dan edukasi masyarakat,” paparnya.

Septia katakan pada dasarnya kedudukan hakim saat pengadilan bagaikan wakil Tuhan. Itulah kenapa masyarakat harus meletakkan kepercayaannya pada hakim, karena kalau tidak percaya aksi kekerasan di pengadilan tentu akan terjadi. Pun, acara ini menjadi lebih penting diadakan mengingat jumlah kekerasan di pengadilan yang terjadi di Kota Medan jauh di atas rata-rata bila dibandingkan dengan kota-kota besar lain. “Enggak ingat jumlah pastinya, yang pasti ada banyak, cukup banyak,” sahut Septia.

Mahasiswa FIB angkatan 2012 Olihi Solin sambut antusias terlaksananya acara ini. Ia katakan dengan acara ini mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat mengerti benar apa itu kekerasan di pengadilan dan mengapa harus menghindarinya. Pun, dikemas dengan pagelaran budaya, mahasiswa jadi lebih tertarik mengikutinya.

Septia berharap tujuan dan pesan yang ingin disampaikan terkait anti aksi kekerasan di pengadilan sampai ke pemahaman mahasiswa lewat terlaksananya acara ini.

Selain penampilan grup musik, acara ini juga diisi dengan stand up comedy dan edukasi dari Komisi Yudisial Indonesia berupa talkshow.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).