BOPM Wacana

Indonesia Susun Strategi Menuju AEC 2015

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Tantry Ika Adriati

Menteri Perdagangan Gita Irawan Wirjawan memberikan kuliah umum dengan tema Memajukan Ekonomi Bangsa Menuju AEC 2015 di Gelanggang Mahasiswa, Rabu 8 Januari. | Yulien Lovenny Ester G
Menteri Perdagangan Gita Irawan Wirjawan memberikan kuliah umum dengan tema Memajukan Ekonomi Bangsa Menuju AEC 2015 di Gelanggang Mahasiswa, Rabu 8 Januari. | Yulien Lovenny Ester G

BOPM WACANA — Indonesia telah susun strategi ekonomi hadapi Asean Economic Community (AEC) 2015 untuk meningkatkan perekonomian. Di antaranya jaminan kelompok tertinggal, dengar aspirasi dan saling bantu antarrakyat. Hal ini disampaikan Menteri Perdagangan Indonesia Gita Wirjawan dalam kuliah umum bertajukMemajukan Ekonomi Bangsa Menuju Asean Economic Community (AEC) 2015, 8 Januari di Gelanggang Mahasiswa USU.

Gita mengatakan, rakyat perlu berkontribusi membeli produk dalam negeri. Karena, saat AEC berlaku, Indonesia akan digempur barang-barang impor dari seluruh negara anggota ASEAN. Menurut Gita, hal tersebut akan membantu kelompok pengusaha kecil agar tak tersisih.

Selanjutnya, Gita mengatakan pemerintah harus mendengar aspirasi rakyat. Ia berujar banyak orang yang mengatakan pembangunan di Indonesia lambat dan sulit. Namun, sebenarnya hal tersebut terjadi karena tata kelola, bukan sistem pemerintahannya. Profesionalitas pengelola yang kurang baik menimbulkan dampak buruk bagi sistem pemerintahan. Salah satu sebabnya tidak mau mendengar suara rakyat. “Inilah yang perlu dibenahi untuk menghadapi AEC,” ujar Gita.

Strategi ketiga, demokrasi di mana rakyat saling bantu. Rakyat juga harus saling berkontribusi meningkatkan ekonomi Indonesia. Di antaranya dengan mengonsumsi produk dalam negeri, meningkatkan produksi, dan kualitas sumber daya manusia. Sehingga peningkatan produk domestik bruto dan pemerataan pembangunan bisa tercapai.

Aslamiyah, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat 2013 setuju terhadap ketiga strategi tersebut. Tetapi, hal itu pasti sulit dilakukan karena tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. “Susah lah diterapkan, di Indonesia saja masih banyak yang korupsi dan rakyatnya enggak mau beli produk dalam negeri,” pungkasnya.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).