BOPM Wacana

FPU-HMI FISIP USU Gelar Aksi Tolak Perdagangan Bebas

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Febri Rahmania

Massa dari Front Peduli USU (FPU) beradu argumen dengan petugas keamanan saat berunjuk rasa di halaman Gelanggang Mahasiswa, Rabu, 8 Januari. | Andika Syahputra
Massa dari Front Peduli USU (FPU) beradu argumen dengan petugas keamanan saat berunjuk rasa di halaman Gelanggang Mahasiswa, Rabu, 8 Januari. | Andika Syahputra

BOPM WACANA — Massa yang tergabung dalam Front Peduli USU (FPU) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USU gelar aksi tolak perdagangan bebas di halaman Gedung Gelanggang Mahasiswa (Gema), Rabu, 8 Januari. Aksi tersebut digelar terkait kedatangan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan untuk berikan kuliah umum pada hari yang sama.

Tengku Muadahari, Ketua HMI FISIP USU mengatakan ketidaksetujuannya terhadap perdagangan bebas. Ia mengatakan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan telah merugikan rakyat melalui perjanjian dengan World Trade Organization (WTO). “Menyetujui perdagangan bebas dan terikat perjanjian dengan WTO berarti kita sudah menjual negara ini kepada asing,” ujarnya.

Riza Arinda Sari, mahasiswa FISIP 2011 juga sepakat dengan Tengku. Ia mengatakan sebagai mahasiswa harus memperjuangkan hak-hak rakyat. “Dengan membebaskan asing masuk ke perdagangan Indonesia, artinya pemerintah sudah mematikan rakyat kecil yang jelas-jelas sudah susah juga,” kata Riza.

Thariq Tsaqib, Koordinator Perwakilan Front Mahasiswa Nasional Ranting USU untuk FPU mengatakan hal yang sama. Ia juga menyebutkan FPU sudah mempersiapkan aksi ini sejak jauh-jauh hari. “Kita enggak sembarangan kok bikin aksi ini. Sebelumnya kami sudah melakukan pembahasan terkait,” pungkasnya.

Massa sempat memaksa menerobos masuk ke dalam gedung dan mengejar mobil yang ditumpangi Gita. Namun aksi tersebut langsung diamankan petugas keamanan USU.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).