BOPM Wacana

Indonesia Hanya Pemasok Energi dan Bahan Baku MEA

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Mutia Aisa Rahmi

Untitled-1 copy
Sumber: Istimewa

 

BOPM WACANA | Indonesia dikhawatirkan hanya menjadi pemasok energi dan bahan baku bagi negara-negara Association of South East Asia Nations (ASEAN) pada pemberlakuan kebijakan  Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Hal ini disampaikan oleh Dwi Martani, Member of  DPN dalam seminar bertajuk All About Accounting for Asean Economic Community 2015, Sabtu (2/5) di Aula Fakultas Farmasi USU.

Dwi menjelaskan, penyebab kekhawatiran ini adalah kondisi Indonesia yang memiliki banyak kontrak panjang untuk menyediakan bahan dalam bidang energi dan bahan baku dengan negara lain. Keuntungan atau nilai tambah bagi Indonesia tak akan maksimal. “Karena sebenarnya jika kita mampu mengolah sendiri, tenaga kerja akan terserap dan efisiensi akan lebih maksimal,” jelasnya.

Vivian, Mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi dan bisnis (FEB) 2011 yang juga salah seorang peserta seminar, sepakat dengan Dwi. Ia menilai, Indonesia masih kurang dalam hal infrastruktur sehingga menyebabkan Indonesia masih belum mampu untuk mengolah energi dan bahan baku sendiri. “Sebenarnya sayang, hasil olahannya nanti dipasarkan lagi ke Indonesia,” ujarnya.

Ditambahkan Dwi, jika ingin unggul dalam MEA 2015 Indonesia harus bisa mengolah sumber daya alam yang tersedia. Pengolahan sumber daya alam ini juga harus dibarengi dengan peningkatan penguasaan tekonologi, infrastruktur, dan skill pekerja.

Seminar yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Akuntansi FEB ini dimoderatori oleh Firman Syarif, Ketua Program Studi S1 Akuntansi FEB serta mengundang Subiantoro, Kepala Cabang Bank Indonesia Sumut. Acara ini merupakan rangkaian dari Season Accounting of Festival and Education 2015.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).