BOPM Wacana

Gubernur FH: Pema Sekawasan Sudah Tak Netral

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh Sofiari Ananda

Gedung Pema USU di Jalan Universitas.| Andika Syahputra
Gedung Pema USU di Jalan Universitas.| Andika Syahputra

BOPM WACANA  Gubernur Fakultas Hukum (FH) Muhammad Akbar Siregar menganggap Pemerintahan mahasiswa (Pema) Sekawasan sudah tidak netral. Hal ini terkait pergantian koordinator Pema Sekawasan yang ia pegang, tanpa ia ketahui. Akbar merasa diganti sepihak tanpa menunggu kehadirannya di rapat pergantian koordinator dan tanpa ada konfirmasi terlebih dahulu dengannya. “Dan memberitahukan kepada saya melalui pesan singkat pada rabu (18/9) pagi,” jelas Akbar.

Akbar mengaku tidak bisa menghadiri rapat tersebut karena harus mempersiapkan seminar nasional yang diadakan Pema FH. “Ketika saya hubungi, rapat sudah bubar,” tuturnya. Alasan lain, Akbar mengatakan hasil rapat tidak kuorum karena hanya dihadiri tujuh pema. “Sementara kuorumnya delapan pema,” tambahnya.

Sebenarnya Akbar tidak mau mempermasalahkan pergantian ini. Tapi, ia merasa tidak dihormati secara etika. Akbar juga mengaku sebelumnya tidak mengetahui agenda rapat tersebut. Harusnya pergantian koordinator bersamaan dengan pemilihan raya fakultas masing-masing. “Sampai habis masa jabatan sebagai gubernur,” kata Akbar.

Koordinator Pema Sekawasan terpilih Ganda Wijaya membantah hal ini. Ia mengatakan sempat putus komunikasi dan koordinasi dengan Akbar. Mengenai jumlah pema yang hadir, ia punya pendapat berbeda. Baginya, jumlah pema yang hadir sudah kuorum karena Pema Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dan Fakultas Kesehatan Masyarakat tengah vakum hingga tak masuk hitungan. “Siapa coba yang mau mewakili? Strukturnya saja tidak jelas,” tegas Ganda. Sedangkan Pema Fakultas Teknik dan Fakultas Pertanian tidak hadir karena sedang ada agenda sendiri serta Fakultas Kedokteran Gigi yang tidak memberi kabar.

Menanggapi keluhan Akbar, Ganda berjanji akan segera berkomunikasi dengan Akbar untuk menyelesaikan masalah. Ganda bilang sebenarnya pergantian ini masih bisa didiskusikan lagi. Jika Akbar masih mau dan sanggup, Ganda mempersilahkan ia kembali menjadi koordinator. “Masih bisa didiskusikan, karena kita bermusyawarah,” ujar Ganda.

Pertemuan Pema Sekawasan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 17 September dan dihadiri Gubernur Fakultas Keperawatan, Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan, Fakultas Ekonomi, Fakultas Psikologi serta Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi.

Komentar Facebook Anda

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).