BOPM Wacana

Gonjang-Ganjing Isu dan Kisruh Kenaikan Harga BBM

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Fredick Broven Ekayanta Ginting

Pemerintah kembali berencana mengurangi subsidi terhadap harga bahan bakar minyak (BBM) guna mencegah defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang membekak Rp 153,3 triliun menjadi Rp 353,6 triliun. Maka dengan pertimbangan kondisi beban fiskal dan semakin tingginya konsumsi masyarakat atas BBM, pemerintah berniat menyehatkan APBN tersebut. Pengurangan subsidi rencananya dialihkan dengan kesejahteraan rakyat, pembangunan infrastruktur, dan memastikan subsidi tepat sasaran. Bagaimana tanggapan mahasiswa USU terhadap isu ini?

Nuari  Fakultas Ilmu Budaya 2011

NuariSetuju! Dengan catatan pemerintah harus mampu mensosialisasikan dan memastikan kalau BBM bersubsidi itu untuk masyarakat yang kurang mampu dan menengah ke bawah. Pemerintah juga harus menemukan solusi untuk orang yang kurang mampu. Masyarakat kecil sangat membutuhkan BBM, misalnya nelayan. BBM sangat berpengaruh dan bersinergi terhadap semua. Jangan setengah-setengah dalam program pemerintah.

 

 

 

 

 

Yoko Kristanto  Fakultas Hukum 2011

Yoko KristantoKenaikan itu tepat, tapi yang harus dilakukan adalah pengurangan jumlah kendaraan. Kita bukannya fokus pada produksi, malah ke konsumsi. Pemerintah rakus dalam mendapatkan pajak, tidak melihat jumlah kendaraan yang ada dan bagaimana dampaknya. Dengan begitu jumlah BBM dan subsidinya yang ditanggung berkurang. Tapi harus diantisipasi, agar masyarakat kecil enggak merasa berat. Pemerintah harus juga memberi satu bentuk apresiasi berupa peningkatan jumlah lapangan kerja, kualitas sarana dan prasarana, infrastruktur, dan lainnya

 

 

 

 

 

Ken Kevin  Fakultas Teknik 2009

Ken KevinUntuk sekarang kenaikan BBM belum tepat dilaksanakan. Karena belum jelas akan diarahkan kemana. Dan hanya akan memberatkan masyarakat yang kurang mampu. Sebenarnya naik atau tidaknya itu tergantung pemerintah. Sistem kita sekarang sudah enggak benar. Harusnya sistem yang ada di negara ini yang diperbaiki dulu, biar enggak ada kesenjangan, dan pemerintah enggak repot-repot mesti mikirin naikkan BBM.

 

 

 

 

 

Yeni Marlina  Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2011

Yeni MarlinaKalau bisa jangan dinaikkan dan cari dulu solusi lain, karena imbasnya akan luas dan terutama kena pada masyarakat-masyarakat kecil. Semua harga pasti akan ikut naik jika BBM naik, sembako misalnya. Itukan kebutuhan pokok sehari-hari. Hasilnya nanti satu keluarga yang biasanya beli beras sekilo jadi setengah kilo. Termasuk juga ongkos. Harusnya cari solusi yang lebih baik, tidak memberatkan masyarakat, dan buat perubahan.

 

 

 

 

 

Indra Pratama  Fakultas Teknik 2009

Indra PratamaMenaikkan harga BBM kurang tepat. Karena ekonomi masyarakat sekarang lagi susah. Nanti orang-orang kelas bawah yang susah akan semakin susah. Kalaupun dinaikkan jangan terlalu signifikan dan besar, sampai 6 ribu. Pemerintah juga banyak makan uang rakyat. Kalau seandainya pemerintah jujur enggak bakalan terjadi defisit anggaran dan memaksa menaikkan harga BBM.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).