BOPM Wacana

Gerakan Mahasiswa Sumut Peringati Hari Buruh Internasional

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Widiya Hastuti

BOPM WACANA – Gerakan Mahasiswa Sumatera Utara melakukan konsolidasi  akbar untuk memperingati Hari Buruh Internasional pada Senin, 1 Mei 2017 di Fly Over Jamin Ginting. Budi S Rajagukguk selaku pimpinan aksi mengatakan aksi ini bertujuan untuk menuntut  pemerintah mengembalikan alat kerja buruh berupa tanah.

Budi menyampaikan, aksi ini juga untuk menyadarkan masyarakat bagaimana kehidupan buruh dan bahwa kapitalisme telah mengendalikan roda ekonomi saat ini. Ia jelaskan pengusaha menggunakan tenaga buruh dengan memberi upah tak sesuai dengan tenaga yang dikeluarkan. Hal ini menyebabkan kesejahteraan buruh tidak terjamin padahal jumlah buruh sangat banyak.

Aksi ini juga mengajak masyarakat untuk menjadi golongan putih (golput) aktif dalam setiap pemilihan umum. “Selama ini pemilu tidak menjadi solusi masalah rakyat Indonesia,” ujar Budi.

Budi menjelaskan persiapan seperti memasang spanduk untuk aksi  telah dilakukan sejak pukul empat dini hari lalu aksi dimulai pada pukul sembilan pagi. Konsolidasi akbar ini juga menampilkan panggung rakyat, sablon cukil, mural, dan orasi.

Irwansyah, Buruh Perusahaan Gas Negara mengatakan setuju dengan Aksi Gerakan Mahasiswa Sumatera Utara. Menurutnya aksi merupakan salah satu cara memperbaiki penghasilan buruh. “Biar pengusaha gak sewenang-wenang juga sama buruh,” ujarnya. Irwan berharap aksi yang dilakukan mahasiswa dapat mengubah kehidupan buruh kemudian hari.

Untuk diketahui, konsolidasi akbar ini diikuti oleh 143 mahasiswa yang berasal dari organisasi Barisan Demokrasi, Forum Mahasiswa Anti Penindasan, Front Pembela Tanah Air, Kelompok Diskusi dan Aksi Sosial, Gerakan Mahasiswa Prodemokrasi, Forum Angkatan Muda, Front Aksi Mahasiswa untuk Demokrasi, dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).