BOPM Wacana

Founder Kita Pertanian Naik Tingkat Menjadi Duta Petani Milenial RI

Dark Mode | Moda Gelap
Ilustrasi: Dokumentasi Pribadi

 

Selama manusia masih membutuhkan makan, maka pertanian juga harus tersedia

Indonesia adalah salah satu negara yang resmi terpilih menjadi anggota dewan Food and Agriculture Organization (FAO) atau badan pangan dunia periode 2021-2024. Hal tersebut dikarenakan Indonesia memiliki sektor pertanian yang pertumbuhannya sangat pesat. Menurut Direktur Jenderal FAO, Dr. Qu Dongyu, pertanian Indonesia sejauh ini sudah mampu menjaga ketahanan pangan dan gizi juga telah berkontribusi besar terhadap pengentasan kemiskinan. 



Dengan demikian, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) mengadakan kegiatan Pelatihan Sejuta Petani. Kemudian pada tanggal 6 Agustus 2021 silam, dilakukan pengukuhan 2.000 Duta Petani Milenial (DPM) dan Duta Petani Andalan (DPA) yang dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. 

Dari sekian banyaknya DTM, Muhammad Dava Warsyahdhana Mahasiswa Fakultas Pertanian USU Stambuk 2017 merupakan salah seorang yang ikut dilantik via daring oleh Bapak Presiden. Dava juga seorang founder start up yang dikenal dengan nama “Kita Pertanian” dengan slogannya yaitu “Tumbuhkan Asa, Kembangkan Jasa, Majukan Tani Negeri Kita.”

Di tengah padatnya jadwal, Dava menyempatkan diri untuk berbagi cerita dengan Wacana. Simak ceritanya berikut ini …

Ilustrasi: Dokumentasi Pribadi

Bagaimana perjalanan hingga terpilih menjadi Duta Petani Milenial Kementan RI?

Saya memang sudah mulai aktif membahas terkait isu-isu tentang pertanian yang kemudian satu tahun belakangan ini saya merintis start up. Ketika saya dan teman-teman membuat gebrakan-gebrakan di sosial media, saya mendapatkan informasi dari Kementerian Pertanian untuk mengikuti seleksi menjadi DPM. 

Awalnya saya merasa sedikit minder melihat banyak saingan yang sudah bergerak duluan di sektor pertanian, hingga akhirnya saya memutuskan untuk berani terjun menjadi DPM dengan niat membantu para petani. Melalui proses seleksi, verifikasi validasi, dan berkas-berkas yang harus diisi, Alhamdulillah saya terpilih menjadi salah satu DPM Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Bagaimana perasaannya setelah terpilih dan dikukuhkan oleh Bapak Presiden?

Saya sangat sangat bersyukur banget karena saya awalnya tidak menyangka gitu, terpilih menjadi DPM gitu. Saya yakin dan percaya bahwasanya pencapaian hari ini bukan karena pribadi diri saya sendiri, akan tetapi ada doa orang tua, keluarga, Ibu/Bapak dosen, teman-teman atau bahkan doa para petani. Saya berharap momentum ini menjadi ladang ibadah saya juga untuk memberikan kebermanfaatan yang lebih luas lagi.

Bentuk dukungan apa yang didapat dari berbagai pihak?

Ya Alhamdulillah banyak sekali support dari orang-orang terkait kegiatan-kegiatan yang kita buat bahkan dari berbagai perusahaan, stakeholder, pemerintahan, entrepreneur, dan NGO yang ingin kita bekerjasama untuk memberikan kontribusi yang terbaik kepada para petani. Semoga dukungan ini bisa secara terus bertahan dan konsisten memberikan yang terbaik. 

Pada dasarnya DPM Kementan RI ini kalau saya bilang sebagai bidal power. Misalnya A ini adalah petani dan B adalah DOM kemudian si C adalah pemerintah. 

Bagaimana seandainya petani ini ketika ada suatu permasalahan atau kegiatan yang berkendala di lapangan, nah tugas dari DPM ini yang akan berikan audiensi kepada pihak pemerintahan melalui jalur birokrasi. Sebaliknya, jika pemerintah membuat kebijakan maka DPM bertugas mengawasi kegiatan tersebut benar-benar terlaksana dengan baik di lapangan. 

Pendapat kamu tentang pertanian Indonesia sekarang ini?

Kalau kita lihat ya rata-rata usia petani di Indonesia berumur 40 ke atas. Saya juga sudah mensurvei dari suatu kegiatan dan ternyata benar anak muda di Indonesia jarang sekali untuk terlibat dalam kegiatan sektor pertanian. Ini sangat miris ya teman-teman karena mengingat Indonesia adalah negara yang sumber alam dan keanekaragaman hayatinya sangat melimpah. 

Kalau saya lihat dan perhatikan, sektor pertanian Indonesia akan maju berada pada posisi anak-anak milenial jika seandainya mau terjun langsung. Intinya kita tidak bisa bergerak sendiri, tetapi kita butuh bergerak bersama-sama untuk menciptakan pertanian yang lebih baik lagi ke depannya. 



Harapan kamu untuk pertanian Indonesia selanjutnya?

Di kegiatan Duta Semangat Bantu Petani, saya berharap dapat mengumpulkan dana 1 miliar yaitu mutlak untuk membantu para petani baik dari peralatan, kegiatan infaq nutrisi dan lain sebagainya. Harapan saya mudah-mudahan saling bersinergitas antara petani dengan berbagai stakeholder, mahasiswa dan lainnya untuk membuat pertanian Indonesia lebih maju. 

Indonesia tidak hanya ditentukan oleh batas peta, tetapi oleh gerak dan peran anak muda. Mari sama-sama kita tingkatkan literasi, karena sejatinya bangsa Indonesia bukan bangsa kelas teri. Mari kita aktif berorganisasi, berprestasi, berkolaborasi, berkontribusi tanpa basa-basi untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik dan bermatabat.

Komentar Facebook Anda

Yollah Adimurnia

Penulis adalah Mahasiswa Psikologi FPsi USU Stambuk 2020. Saat ini Yollah menjabat sebagai Staf Pengembangan Sumber Daya Manusia BOPM Wacana.

Pentingnya Mempersiapkan CV Bagi Mahasiswa | Podcast Wacana #Eps4