BOPM Wacana

Elysium: Distopia Kesenjangan Sosial

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh Lazuardi Pratama

Sumber: Istimewa
Sumber: Istimewa

Judul: Elysium

Sutradara: Neill Blomkamp

Pemain: Matt Damon, Alice Braga, Jodie Foster, Sharlto Copley, Wagner Moura

Tahun Rilis: 2013

Durasi: 109 menit

Jauh melesat ke masa depan, ketika jurang antara si kaya dan si miskin menjadi ekstrim. Bertabur efek memukau namun hambar ceritanya.

“Aku berjanji akan membawa kita berdua ke Elysium.” Adalah janji setia yang diutarakan Max kecil pada teman perempuannya Frey. Mereka memandang langit berdua, mengagumi sesuatu di atas sana, dunia baru manusia borjuis sekaligus hunian idaman para manusia-manusia haus kenyamanan bernama Elysium.

Elysium sejatinya adalah sebuah stasiun luar angkasa raksasa, melingkar seperti lingkar ban sepeda, namun jari-jarinya tidak sebanyak itu. Pada pengujung abad ke-21, apa yang menjadi ketakutan manusia saat ini terjadi. Bom waktu yang berabad-abad tersimpan sejak debut Adam dan Hawa mengawali kehidupan manusia di muka bumi meledak.

Populasi melonjak tajam, menciptakan daerah-daerah kumuh, bahkan kota metropolitan macam Los Angeles, Amerika Serikat menjadi seperti Mumbai, India. Penyakit mewabah sejalan dengan meroketnya tingkat kemiskinan, tingkat kejahatan, kesejahteraan hidup dan kemerosotan moral.

Sedangkan nun jauh dari tanah Bumi, Elysium mengorbit dengan gagah, menyimpan para manusia berduit agar hidup damai, tanpa perang, tanpa penyakit dan tanpa kemeralatan. Elysium menjanjikan teknologi super canggih hingga bisa melawan kodrat Tuhan sekalipun mati. Kapsul seukuran tubuh manusia yang mampu mendiagnosa dan menyembuhkan segala jenis penyakit, menjaganya dalam kondisi prima sehingga para warga Elysium susah tewas.

Kembali ke bumi, Max Da Costa (Matt Damon) telah beranjak dewasa seiring dengan reputasinya sebagai pencuri mobil andal di wilayahnya. Menghabiskan sebagian hidupnya di balik jeruji, Max akhirnya mendapatkan pekerjaan tetap, menjadi karyawan sebuah pabrik peralatan, senjata dan robot untuk Elysium, Armadyne Corp. Celakanya, ia mengalami kecelakaan kerja yang sangat fatal: terpapar radiasi dalam dosis tinggi dan diprediksi hidupnya hanya tersisa lima hari.

Jadi, Max memutuskan— dan merupakan jalan satu-satunya— untuk pergi secara ilegal menuju Elysium demi kapsul penyembuh. Teman lamanya, Spider (Wagner Moura) adalah seorang penyusup, pekerjaanya adalah menyusupkan manusia bumi ke Elysium secara ilegal, tentunya dengan bayaran setimpal. Max tidak punya apa-apa.

Spider memintanya melakukan sesuatu dan gantinya, Max dapat pergi ke Elysium. Permintaan Spider adalah: menculik seorang miliarder agar data dalam otaknya dapat dicuri dan dirampas aset-asetnya. Milarder yang menjadi target mereka adalah Presiden Direktur Armadyne Corp.

Di sisi lain, seorang Menteri Pertahanan Elysium Delacourt yang ambisius merasa tidak puas dengan kinerja presidennya ketika itu. Jadi dia berkonspirasi melakukan kudeta. Rencananya, ia butuh sesuatu yang dapat format ulang sistem Elysium dan menjadikannya presiden. Seseorang yang ia butuhkan dan mampu adalah Presiden Direktur Armadyne Corp.

Percobaan penculikan yang dilakukan Max dan kelompoknya melibatkan militer Elysium. Agen Elysium yang menetap di Bumi Kruger (Sharlto Copley) dipekerjakan kembali untuk menyelamatkan rencana rahasia Delacourt. Pertempuran antara Max dan Kruger akhirnya membuat Max pergi ke Elysium.

Film ini menawarkan suatu kesenjangan sosial ekstrim antara si kaya dan si miskin. Saking ekstrimnya, kehidupan di Elysium begitu nyaman dan situasi bumi tak lebih dari puluhan juta manusia yang ditumpuk dalam satu kota: sesak, gersang. Namun, Neill tidak memberikan tempat lebih untuk human interest, padahal konsepnya potensial. Problema kemanusiaan dan sosial yang terjadi di Bumi hanya menampilkan preman mabuk-mabukan di pinggir jalan gersang, anak-anak yang mencuri makanan demi sedetik kehidupan dan penuh sesaknya rumah sakit akibat sanitasi buruk.

Walaupun konsepnya menarik, garis besar cerita sepanjang film dapat dengan mudah ditebak. Max yang ingin pergi ke Elysium, maka akan pergi ke Elysium, mereka yang jahat dan amoral, tentunya akan berakhir buruk. Neill seperti ‘mengorbankan’ jalan cerita yang lumayan membosankan menjadi penuh efek visual yang memukau.

Elysium, seperti film garapan Neill sebelum ini District 9 (2009) tetap cantik menampilkan efek fiksi sains macam pesawat-pesawat mini, robot-robot polisi, dan daerah kumuhnya walau tanpa makhluk asing yang tersesat dari luar angkasa. Bahkan, kedua film itu sangat mirip dan secara sekilas, Elysium tampak seperti sekuel District 9. Namun, Neill menampiknya dan menyebutkan Elysium adalah film independen, sedangkan sekuel District 9 akan ia garap di masa mendatang.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).