
Oleh: Iyusarah Pakpahan
USU, wacana.org – Dua mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia Universitas Sumatera Utara (USU) stambuk 2023 menorehkan prestasi dalam Festival Literasi Sumatra Utara 2026 pada kategori Penyuntingan Naskah. Syahputri Mariani Hasibuan, meraih Juara II, sementara Firda Elisa memperoleh Juara III. Perlombaan tersebut diselenggarakan di Manhattan Times Square Medan, Lantai 3, pada Sabtu (25/7/2026).
Syahputri Mariani Hasibuan, pada Rabu (5/8/2026), menjelaskan bahwa kompetisi ini terbuka untuk umum, yang diinisiasi oleh Mulai Menulis Indonesia yang berkolaborasi dengan Nurul Hayat Medan serta didukung berbagai media partner di bidang penerbitan, seperti Gramedia, CV Media, dan sejumlah mitra lainnya. Selain itu, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatra Utara.
Menurut Syahputri, tantangan utama dalam perlombaan terletak pada tingkat ketelitian peserta saat menyunting naskah. “Naskah yang diberikan berupa cerpen berjudul Become Extra-Ordinary With You karya Andika Alakate. Naskah tersebut tidak memiliki banyak kesalahan yang mencolok, sehingga peserta dituntut benar-benar teliti dan cermat dalam menemukan bagian yang perlu diperbaiki,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa aspek yang menjadi fokus penilaian dewan juri meliputi ketelitian, ketepatan penyuntingan, konsistensi penggunaan bahasa, serta kecepatan peserta dalam menyelesaikan proses penyuntingan.
Hal senada disampaikan Firda Elisa. Ia mengaku proses perlombaan cukup menantang karena naskah yang disunting sudah memiliki tata bahasa yang baik sehingga kesalahan yang ditemukan sangat sedikit. Selain itu, perubahan durasi pengerjaan juga menjadi tantangan tersendiri.
“Awalnya peserta dijadwalkan memiliki waktu 90 menit yang dibagi dalam dua sesi. Namun, saat pelaksanaan, waktu yang diberikan hanya 60 menit dalam satu sesi. Waktu tersebut terasa kurang untuk mengecek kembali hasil suntingan sebelum dikumpulkan,” ungkapnya.
Menanggapi capaian tersebut, mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah stambuk 2023, Alfin Rahman Pulungan, turut mengapresiasi prestasi yang diraih kedua mahasiswa Sastra Indonesia tersebut. “Prestasi seperti ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan berprestasi. Saya bangga karena mereka berhasil mengharumkan nama USU melalui kompetisi di bidang literasi,” tuturnya.



