
Oleh : Putri Salwa Assyifa
USU, wacana.org – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menyelenggarakan webinar Call for Proposal Lomba Riset Tingkat Mahasiswa Tahun 2026-2027 secara daring melalui Zoom dan Live streaming Youtube melalui akun @bpdpkelapasawit pada Rabu (5/8/2026). Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia sebagai upaya mendorong lahirnya inovasi dan penelitian yang mendukung pengembangan komoditas kelapa sawit, kelapa, dan kakao.
Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Muhammad Alfansyah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa lomba riset mahasiswa merupakan salah satu bentuk komitmen BPDP dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia dan penelitian di bidang perkebunan.
“Melalui lomba riset ini, mahasiswa tidak hanya belajar melakukan penelitian, tetapi juga belajar mengelola waktu, mengelola pendanaan, dan bekerja sama dalam tim. Pengalaman tersebut akan menjadi bekal yang sangat berharga bagi mahasiswa di masa depan,” ujarnya.
Kepala Divisi Penyaluran Dana Riset BPDP, Rahmat Widiana, menjelaskan bahwa lomba riset tahun 2026-2027 tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa dari bidang pertanian, melainkan terbuka bagi seluruh program studi selama penelitian yang diajukan berkaitan dengan pengembangan sektor perkebunan.
“Kami menyediakan tujuh ruang lingkup penelitian, yaitu budidaya, pascapanen dan pengolahan, pangan dan kesehatan, bioenergi, biomaterial dan oleokimia, lingkungan dan pengolahan limbah, serta sosial ekonomi, bisnis, manajemen, pasar, dan teknologi informasi. Harapannya, riset menjadi ruang yang inklusif bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide dan kreativitasnya selama tetap berada dalam konteks pengelolaan kelapa sawit, kelapa, dan kakao,” jelasnya.
Selain memberikan penjelasan mengenai mekanisme lomba, webinar juga menekankan pentingnya ketelitian dalam memenuhi persyaratan administrasi.
“Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, masih banyak proposal yang gugur bukan karena kualitas ide, melainkan karena persoalan administrasi. Mulai dari jumlah anggota tim yang tidak sesuai, dokumen yang belum lengkap, hingga surat pernyataan dan lembar pengesahan yang belum memenuhi ketentuan. Karena itu, kami mengimbau peserta untuk tidak menunda pengunggahan proposal hingga batas akhir,” tambahnya.
Salah satu peserta, Rihadatul Aissy, mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Sumatera Utara stambuk 2023, mengaku bahwa kegiatan tersebut memberikan pemahaman baru mengenai peluang riset yang dapat dikembangkan mahasiswa. “Webinar ini sangat bermanfaat bagi kami dalam menambah pengetahuan dan pengalaman di bidang riset. Saya juga jadi mengetahui bahwa topik riset yang dilombakan tidak hanya untuk mahasiswa pertanian, tetapi dapat diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi,” ujarnya.



