BOPM Wacana

Dies Natalis FPsi Angkat Tema Ragam Budaya

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Ika Putri Agustini Saragih

Dekan FPsi Prof Irmawati memberikan kue kepada Wakil Gubernur FPsi Daniel Nouriman, Sabtu (9/5). Perayaan dies natalis ke-16 ini dilaksakan di lapangan FPsi bersamaan dengan pelantikan gubernur-wakil gubernur. | Nurhanifah
Dekan FPsi Prof Irmawati memberikan kue kepada Wakil Gubernur FPsi Daniel Nouriman, Sabtu (9/5). Perayaan dies natalis ke-16 ini dilaksakan di lapangan FPsi bersamaan dengan pelantikan gubernur-wakil gubernur. | Nurhanifah

BOPM WACANA | Dies Natalis Fakultas Psikologi (FPsi) ke-16 yang jatuh pada 7 April lalu dirayakan dengan dilaksanakannya puncak perayaan Dies Natalis FPsi pada Sabtu, 9 Mei. Perayaan kali ini angkat tema ‘Kesehatan Mental dalam Perspektif Kultur’. Tema ini dipilih karena ada kaitan antara latar belakang kebudayaan masyarakat Medan yang heterogen dengan kesehatan mental mereka. Hal ini dikatakan Arlita J Lubis, Ketua Panitia Dies Natalis FPsi, Sabtu (9/5).

Arlita bilang kesehatan mental ini didapat dari perilaku berbudaya masyarakat Medan yang menciptakan gaya hidup sehat. Gaya hidup sehat tersebut menjadikan kepuasan hidup masyarakat Medan relatif tinggi. Selain itu, tujuan dari tema ini juga memberi pemahaman mahasiswa bahwa kondisi kejiwaan erat kaitannya dengan latar belakang kebudayaan. “Budaya harus diberdayakan, sebab budaya merupakan sumber yang bisa meningkatkan kesehatan mental,” terangnya.

Mahasiswa FPsi 2013 Sarah Gracyntia sepakat dengan tema yang diangkat. “Jadi mahasiswa bisa lebih menghargai kebudayaan itu penting dalam membentuk perilaku masyarakat,” ungkapnya.

Arlita tambahkan rangkaian dies natalis kali ini akan diisi dengan pemutaran film, memainkan permainan tradisional, donor darah, diskusi film, workshop, dan seminar nasional. Rangkaian dies natalis ini dimulai dari April hingga September.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).