BOPM Wacana

Demonstran Terbagi, Pendapatan PKL Berkurang

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh Lazuardi Pratama

Beberapa demonstran yang terdiri dari berbagai organisasi buruh, petani, dan mahasiswa melakukan demonstrasi di depan kantor DPRD Sumatera Utara, Rabu (1/5). | Andika Syahputra
Beberapa demonstran yang terdiri dari berbagai organisasi buruh, petani, dan mahasiswa melakukan demonstrasi di depan kantor DPRD Sumatera Utara, Rabu (1/5). | Andika Syahputra

BOPM WACANA  Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di sekitaran Kantor Gubernur Sumut mengaku pendapatannya berkurang dibanding unjuk rasa Hari Buruh tahun lalu. Hal tersebut diakibatkan demonstran yang memperingati Hari Buruh terbagi di sejumlah tempat.

Salah satunya Sarimatu Syahfitri, salah seorang PKL yang berjualan di sekitaran Kantor Gubernur Sumut. Sarimatu mengatakan, pada Hari Buruh tahun lalu, ia mendapatkan penghasilan sekitar Rp 1 juta. Namun, sampai siang, ia mengaku hanya mendapatkan sekitar Rp 200 ribu.“Kalau ini terbagi, tahun lalu itu gabung,” ujarnya.

Tidak berbeda dengan Sarimatu, Samsul, salah satu PKL yang berjualan di sekitaran Kantor Gubernur Sumut membenarkan hal tersebut. Menurutnya, tidak ramainya massa pengunjuk rasa menjadi alasan pendapatannya berkurang. Samsul biasanya dapat meraup untung Rp 200 ribu bila ada unjuk rasa. “Ini 50 ribu aja belum,” tambahnya.

Sebelumnya, massa pengunjuk rasa yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat Tertindas (FPR-T) berkumpul di Bundaran Sinar Indonesia Baru (SIB) dan melakukan long march menuju Kantor DPRD Sumut hingga ke Kantor Gubernur sebagai titik akhir aksi ini.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).