BOPM Wacana

Dekanat FISIP Minta Mahasiswa Kondusif Saat Pemira

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Audira Ainindya dan Lazuardi Pratama

Sejumlah selebaran dan poster Pemira FISIP yang ditempel di belakang dinding sekretariat KPU FISIP, Minggu (8/12). | Lazuardi Pratama
Sejumlah selebaran dan poster Pemira FISIP yang ditempel di belakang dinding sekretariat KPU FISIP, Minggu (8/12). | Lazuardi Pratama

BOPM WACANA — Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Edward meminta mahasiswa agar kondusif selama rangkaian acara Pemilihan Umum Raya (Pemira) FISIP. “Kita orang politik tetapi teori yang kita pelajari enggak diterapkan saat pemira,” ujarnya. Ia mengatakan dekanat tetap memantau setiap kejadian hingga pemira selesai. “Jika tak kondusif lagi langsung ambil alih saja,” tutup Edward.

Ketua Kelompok Aspirasi Mahasiswa (KAM) Negara Martinus Sitompul sepakat. Martin menyatakan mahasiswa FISIP harus bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) FISIP untuk menyukseskan pemira. “Jangan sampai kejadian rusuh yang lalu terjadi lagi,” ujar Martin. Sejauh ini, ia juga mengapresiasi kinerja KPU FISIP dan dekanat yang cukup bersinergis menuju pemira.

Calon gubernur nomor urut 2 Mujahid Widian Saragih optimis pemira bakal kondusif. Ini disebabkan KPU FISIP sudah cukup mengakomodir seluruh pemangku kepentingan terkait, seperti KAM, cagub-wagub, dekanat dan KPU sendiri. “Ini semua tergantung pemangku kepentingan masing-masing,” ungkapnya.

Serupa juga dengan Daniel Hugo Yadi, mahasiswa FISIP 2011. Untuk mencapai itu, mahasiswa FISIP harus menyatukan visi yang sama untuk menuju FISIP yang lebih baik. Namun, Hugo merasa kurang yakin jika saat Pemira FISIP nanti akan berlangsung damai. “Soalnya saya ada dengar kabar jika salah satu pasangan kalah maka pasangan lain sepakat untuk rusuh,” ujar Hugo. “Padahal harusnya siapa pun yang menang harus didukung,” tambah Hugo.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).