Oleh: Febri Rahmania
BOPM WACANA — Laboratorium di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) butuh instalasi pengolahan air limbah (IPAL), yakni seperangkat alat pengolah limbah cair berbahaya menjadi bahan yang tak akan membahayakan lingkungan. Sebab, akumulasi limbah cair hasil kegiatan laboratorium sehari-hari dapat merusak tanah apabila langsung dibuang tanpa pengolahan. Limbah itu berupa logam berat, asam pekat, sulfat dan nitrat. Ditambah lagi, IPAL di FMIPA tak ada sejak laboratorium di sana didirikan. “Limbah perlu dikendalikan sebelum dibuang,” ujarnya Dekan FMIPA Sutarman, Kamis (3/4).
Sutarman bilang selama ini limbah cair dari kegiatan pencucian alat di laboratorium FMIPA dibuang langsung ke saluran pembuangan umum, padahal ini dapat mencemari lingkungan. Ia bilang sudah masukkan IPAL kedalam rencana anggaran tahun 2014. “Kita sudah diajukan, semoga saja disetujui,” harapnya.
Kepala Biro Administrasi Perencanaan dan Kerjasama Nasrul H katakan rencana pengadaan IPAL laboratorium di USU belum ada untuk tahun ini. “Kalau kebijakan dari universitas sendiri belum ada,” ujarnya. Namun Nasrul mendukung keinginan FMIPA adakan IPAL labnya.
Menanggapi hal ini Sutarman menyerahkan sepenuhnya keputusan pengadaan pada pihak rektorat. “Yang penting kita sudah ajukan dalam anggaran,” katanya. Namun ia optimis dapat miliki IPAL.
Beberapa fakultas seperti Fakultas Kedokteran Gigi dan FakultasKedokteran juga berencana mengadakan IPAL dalam rencana bisnis dananggaran yang mereka serahkan pada rektorat 2014 ini.