BOPM Wacana

Angka Golput FKep Tinggi

Dark Mode | Moda Gelap
Foto: Andika Syahputra
Foto: Andika Syahputra

BOPM WACANA – Sebanyak 1.108 mahasiswa yang terdaftar sebagai pemilih tetap dalam Pemilihan Raya (Pemira) Fakultas Keperawatan (FKep), hanya 303 mahasiswa atau 27 persen mahasiswa yang menggunakan hak pilihnya. Ini membuktikan bahwa tingkat partisipasi mahasiwa di FKep rendah. Hal tersebut disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nurhalimah, Selasa (26/6). Menurutnya, tingginya angka golongan putih (golput) disebabkan beberapa hal teknis.

Hal teknis yang dimaksud di antaranya sebagian mahasiswa yang sudah pulang duluan, beberapa mahasiswa sudah ada yang mulai libur dan sebagian kecil tak membawa Kartu Tanda Mahasiswa (KTM). “KPU sudah cukup gencar publikasi melalui media sosial, bahkan via sms,” ungkapnya. Nurhalimah mengungkapkan KPU sudah berusaha mensosialisasikan pemira secara gencar, namun butuh kesadaran mahasiswa untuk menganggap bahwa pemerintahan mahasiswa (pema) penting.

Gubernur FKep 2012-2013 Annisa Sepwika Sari menambahkan,kurangnya partisipasi mahasiswa disebabkan banyak mahasiswa yang tidak tahu ingin memilih siapa untuk menjadi gubernur. Selain itu ada juga yang tidak datang ke kampus karena tidak ada ujian. “Padahal PD (pembantu dekan -red) III sudah turun langsung untuk menginstruksikan agar memberikan hak suaranya,” jelas Annisa.

Annisa berharap ke depannya pemira harus diadakan pada waktu yang tepat dan meminta PD III bersama KPU untuk turun langsung ke kelas guna mensosialisasikan pemira. Tentunya publikasi secara gencar lewat brosur dan media sosial harus lebih ditingkatkan lagi.

Mizratul Aini, Mahasiswi Ilmu Keperawatan 2011 berpendapat banyaknya tingginya angka golput dalam pemira ini disebabkanmahasiswa yang apatis dan sibuk dengan urusannya sendiri. “Selain itu,sosialisasi dari KPU juga masih kurang,” ujarnya.

Komentar Facebook Anda

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).