BOPM Wacana

TASPEN Dorong Generasi Muda Bangun Bisnis Berkelanjutan dan Finansial Sehat

Dark Mode | Moda Gelap
Pemaparan materi pertama oleh Fadhullah mengenai ekonomi kreatif di Auditorium USU, Rabu (16/9/2026). | Deasy Glorya br Situmorang
Pemaparan materi pertama oleh Fadhullah mengenai ekonomi kreatif di Auditorium USU, Rabu (16/9/2026). | Deasy Glorya br Situmorang

Oleh: Deasy Glorya br Situmorang 

USU, wacana.org – PT TASPEN (Persero) menyoroti pentingnya membangun kebiasaan finansial sehat serta mengembangkan bisnis yang berkelanjutan bagi generasi muda. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan TASPEN Goes to Campus bertema “Mulai Bangun Finansial yang Lebih Sehat” di Auditorium Universitas Sumatera Utara (USU), Rabu (16/9/2026).

Pada sesi pertama, Fadhullah (Ketua DPW Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional Sumatra Utara) membahas perbedaan antara produk yang hanya mengandalkan popularitas dengan bisnis yang dapat berkembang secara berkelanjutan. Menurutnya, keberlanjutan sebuah bisnis dapat dilihat dari adanya pembelian ulang dan rekomendasi dari konsumen.

“Kalau yang viral pasti cepat dilupakan tapi kalau yang berkelanjutan pembelian ulang dan rekomendasi. Kita harus tau masalah apa yang ada di masyarakat, apa yang dibutuhkan masyarakat, solusinya, melakukan uji pasar, dan kita terima feedback dari customer,” ujar Fadhullah.

Selanjutnya, Fadhullah membahas pentingnya memperluas jaringan bagi generasi muda yang ingin berkembang dalam dunia bisnis dan ekonomi kreatif. “Jaringan itu bisa didapat dari pertemuan seperti ini, kegiatan-kegiatan dari kampus yang memang fokus di UMKM,” ucapnya.

Selain networking, Fadhullah mengingatkan peserta mengenai pentingnya menjaga reputasi. “Mereka akan percaya pada kita itu berdasarkan reputasi. Kalian yang masih muda ini, jagalah reputasi kalian,” tegasnya.

Kemudian, pada sesi berikutnya, Ligwina Hananto (CEO and Lead Financial Trainer QM Financial) menyampaikan bahwa pengelolaan keuangan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

“Untuk menabung dan investasi, targetnya bisa enggak selalu menyisihkan, menabung. Ada yang bisa menabung 40 persen dari penghasilan. Ada yang bisa menabung lebih dari 50 persen penghasilan. Catat ya, pemasukan harus selalu lebih besar daripada pengeluaran,” ujar Ligwina.

Di akhir pemaparannya, Ligwina menjelaskan bahwa kebiasaan keuangan yang baik dapat dibangun melalui pengeluaran yang terencana dan dilakukan secara konsisten. “Walaupun cuma sedikit, tapi terus-menerus kita simpan, maka kebiasaan keuangan yang baik itu akan membawa pada masa depan yang lebih baik,” tutupnya.

Salah satu peserta kegiatan, mahasiswa Ilmu Komunikasi stambuk 2024, Celine Chandra mengaku termotivasi setelah mengikuti kegiatan ini. “Jujur, enggak terlalu berekspektasi. Awalnya mikir ikut aja sekalian belajar finansial, cara-cara berhemat di kondisi ekonomi sekarang. Ternyata enggak sekadar talkshow biasa, ada beberapa narasumber yang menjelaskan berbagai materi,” ujarnya.

Menurutnya, materi yang disampaikan juga memberikan pengetahuan baru mengenai perencanaan keuangan untuk masa depan, termasuk tabungan dan persiapan masa pensiun yang diperkenalkan melalui TASPEN. “Menurutku acaranya seru dan harapannya semoga seminar seperti ini sering-sering dibuat di USU. Acaranya bagus, insightful, dan menghibur,” tuturnya.

Komentar Facebook Anda

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).

Pentingnya Mempersiapkan CV Bagi Mahasiswa | Podcast Wacana #Eps4

AYO DUKUNG BOPM WACANA!

 

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan media yang dikelola secara mandiri oleh mahasiswa USU.
Mari dukung independensi Pers Mahasiswa dengan berdonasi melalui cara pindai/tekan kode QR di atas!

*Mulai dengan minimal Rp10 ribu, Kamu telah berkontribusi pada gerakan kemandirian Pers Mahasiswa.

*Sekilas tentang BOPM Wacana dapat Kamu lihat pada laman "Tentang Kami" di situs ini.

*Seluruh donasi akan dimanfaatkan guna menunjang kerja-kerja jurnalisme publik BOPM Wacana.

#PersMahasiswaBukanHumasKampus