
USU, wacana.org – Mahasiswa D4 Perbankan dan Keuangan Vokasi Universitas Sumatera Utara (USU) meraih juara 2 dalam ajang Marpesta QRIS 2026 melalui inovasi DELIFLOAT PACK. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Pematangsiantar tersebut berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 di Lapangan H. Adam Malik, Pematangsiantar.
Salah satu anggota tim, Dianita Permatasari, pada Sabtu (5/9/2026) menjelaskan tujuan pelaksanaan Marpesta QRIS sebagai bagian dari agenda tahunan BI Pematangsiantar. “Marpesta QRIS merupakan agenda tahunan Bank Indonesia Pematangsiantar dalam rangka Pekan QRIS Nasional dan HUT Kemerdekaan RI. Kegiatan ini digelar untuk mendorong penggunaan QRIS serta memperluas transaksi pembayaran digital di masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa timnya mengusung inovasi DELIFLOAT PACK sebagai solusi terhadap permasalahan banjir di Sumatra Utara. “Judul inovasi yang kami usung adalah DELIFLOAT PACK: Inovasi Tas Pelampung yang Terkoneksi Embedded AI dan Connected AI dalam Mengatasi Permasalahan Banjir Adaptif di Sumatera Utara,” jelas Dianita.
Tim yang beranggotakan Dianita Permatasari, Risdon Heri Ricardo Hutapea, dan Valerin Grace Marcya Sianipar, dengan dosen pembimbing Lailan Syafrina, menyadari bahwa produk tersebut menggunakan komponen sekali pakai, seperti baterai, yang berpotensi menjadi limbah jika tidak dikelola dengan benar. Karena itu, mereka juga merancang program edukasi bagi pengguna, seperti nelayan dan peselancar, mengenai cara membuang limbah baterai dengan tepat.
Menurut Dianita, kesibukan masing-masing anggota menjadi salah satu tantangan dalam proses persiapan lomba. “Tantangan terbesar yang kami hadapi itu membagi waktu, mengatur tim, dan mengatasi rasa gugup saat presentasi. Karena jadwal setiap anggota berbeda-beda, kami lebih sering berdiskusi lewat WhatsApp. Baru memasuki H-2 lomba, kami mulai lebih fokus mematangkan persiapan,” ungkapnya.
Di akhir, ia berpesan agar mahasiswa tidak ragu mencoba hal baru meskipun terasa menakutkan. “Lebih baik gagal setelah mencoba daripada menyesal karena tidak mencoba. Harapannya, kami bisa menerapkan saran dan masukan dari juri ke dalam inovasi, dan produk tersebut bisa dikenal luas oleh masyarakat,” tutupnya.
Salah satu mahasiswa Fakultas Vokasi Program Studi Metrologi dan Instrumentasi stambuk 2025, Cindy Fitricia, turut menyampaikan apresiasinya.
“Menurut saya, DELIFLOAT PACK ini cukup unik karena menggabungkan tas pelampung dengan teknologi AI. Saya melihat inovasi ini cukup menarik karena mereka mencoba memanfaatkan teknologi untuk menjawab permasalahan banjir yang ada di sekitar kita. Semoga inovasi ini bisa terus dikembangkan dan nantinya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi permasalahan banjir,” ungkapnya.



