BOPM Wacana

Kapasitas Aula Terbatas, Sejumlah Mahasiswa Vokasi USU Berdiri di Luar Ruangan Selama Yudisium

Dark Mode | Moda Gelap
Suasana saat mahasiswa Fakultas Vokasi USU berdiri selama yudisium di Pelataran Gedung A Vokasi, Jumat (21/8/2026). | Sumber Istimewa
Suasana saat mahasiswa Fakultas Vokasi USU berdiri selama yudisium di Pelataran Gedung A Vokasi, Jumat (21/8/2026). | Sumber Istimewa

Oleh: Dinar Fazira Fitri

USU, wacana.org – Sejumlah mahasiswa Fakultas Vokasi (FV) Universitas Sumatera Utara (USU) mengikuti yudisium di luar ruangan akibat kapasitas aula tak mencukupi. Mahasiswa juga harus berdiri selama acara berlangsung lantaran tak ada kursi yang disediakan oleh panitia. Hal ini disampaikan oleh salah satu mahasiswa (F) yang menghadiri yudisium, saat diwawancarai pada Sabtu (22/8/2026).

Melalui pesan pribadi, ia menyampaikan keluhannya terkait yudisium yang berlangsung pada Jumat (21/8/2026) di Pelataran Gedung A Vokasi. “Kami kecapekan dan kepanasan di luar, jadi nggak kondusif. Tapi, malah ditegur sama dekan karena mereka pun juga berdiri. ‘Kalian sudah punya gelar, sudah dewasa, nanti cari kerja lebih capek’ katanya,” ungkap F.

Terkait jadwal, F juga mengeluhkan adanya dua kali pergantian yang semula tanggal 19 Agustus, lalu dimajukan menjadi 18 Agustus, kemudian ditetapkan menjadi 21 Agustus melalui surat edaran oleh Dekan. “Di dalam surat diberitahu tempat pelaksanaannya di Pelataran Gedung A Vokasi, tapi belum jelas letak pastinya di mana,” lanjutnya.

Yudisium diikuti oleh 739 mahasiswa stambuk 2023 dari seluruh prodi. Pelaksanaan dibagi menjadi 2 sesi, dengan sesi 1 sebanyak 370 mahasiswa dan sesi 2 sebanyak 369 mahasiswa. “Kami kira sesi 2 juga seperti kami, tetapi rupanya mereka di dalam ruangan yang ber-AC, padahal perbedaan jumlah cuma 1 orang. Sedangkan, di sesi kami kipas saja tidak disediakan,” cetusnya.

F juga menyampaikan kritik melalui komentar di unggahan cerita dan Direct Message (DM) akun Instagram @vokasi.usu. Ia berharap pembagian sesi dan tempat pelaksanaan dapat dipertimbangkan dengan lebih adil dan memperhatikan kenyamanan peserta.

Menanggapi hal tersebut, Panitia Yudisium Fakultas Vokasi (admin), melalui balasan pesan F, mengatakan bahwa sejak awal, sesi 1 dan sesi 2 memang direncanakan dilaksanakan di tempat yang sama, yaitu pelataran Aula Vokasi, sesuai dengan undangan yang telah diedarkan.

“Hal ini diputuskan karena pemakaian ruangan di lingkungan USU seperti gelanggang mahasiswa, auditorium, dan ruangan lain telah terjadwal acara lain. Pemindahan pelaksanaan sesi 2 ke dalam aula merupakan keputusan yang diambil secara mendadak setelah panitia melihat kondisi pada pelaksanaan sesi 1,” jelasnya.

Persiapan di dalam aula, lanjutnya, juga baru dilakukan setelah sesi 1 selesai, sehingga keputusan tersebut bukan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya.

“Kami menyadari bahwa pemindahan ke dalam aula juga bukan pilihan yang sepenuhnya ideal, mengingat kapasitas aula yang terbatas. Namun, dengan pemindahan ke aula, pelaksanaan yudisium lebih terkontrol, koordinasi panitia menjadi lebih mudah, dan suara dari microphone/sound system juga lebih terdengar oleh seluruh peserta karena berada dalam satu ruangan,” tulisnya.

Panitia menegaskan bahwa tidak ada niat untuk membeda-bedakan para calon wisudawan. Penyesuaian yang dilakukan semata-mata berdasarkan kondisi dan kebutuhan teknis pada saat kegiatan berlangsung. “Sekali lagi, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan terima kasih atas masukannya. Hal ini akan menjadi evaluasi bagi panitia untuk pelaksanaan kegiatan selanjutnya agar dapat lebih baik,” tutupnya.

Komentar Facebook Anda

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).

Pentingnya Mempersiapkan CV Bagi Mahasiswa | Podcast Wacana #Eps4

AYO DUKUNG BOPM WACANA!

 

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan media yang dikelola secara mandiri oleh mahasiswa USU.
Mari dukung independensi Pers Mahasiswa dengan berdonasi melalui cara pindai/tekan kode QR di atas!

*Mulai dengan minimal Rp10 ribu, Kamu telah berkontribusi pada gerakan kemandirian Pers Mahasiswa.

*Sekilas tentang BOPM Wacana dapat Kamu lihat pada laman "Tentang Kami" di situs ini.

*Seluruh donasi akan dimanfaatkan guna menunjang kerja-kerja jurnalisme publik BOPM Wacana.

#PersMahasiswaBukanHumasKampus