
Oleh: Firda Elisa
| Judul | Adolescence |
| Sutradara | Philip Barantini |
| Pemeran | Owen Cooper, Stephen Graham, Ashley Walters, Erin Dorhety |
| Rilis | 13 Maret 2025 |
| Jumlah Episode | 4 |
| Genre | Kriminal dan Psikologis |
| Tersedia di | Netflix |
“Bagaimana jadinya jika penggunaan media sosial oleh remaja dilakukan tanpa pengawasan orang tua?”
Jamie Miller, seorang anak berusia 13 tahun, dituduh membunuh teman sekolahnya, Katie Leonard. Cerita dimulai pada suatu pagi, saat polisi menggeledah rumah keluarga Jamie dan menangkapnya setelah ditemukan bukti CCTV yang menunjukkan dengan jelas perbuatan Jamie kepada Katie pada malam kejadian berlangsung.
Setelah resmi ditangkap, Jamie harus menjalani berbagai macam pemeriksaan dan interogasi. Keluarganya yang yakin bahwa Jamie tidak akan pernah menimbulkan masalah, menolak percaya pada tuduhan tersebut. Mereka menilai Jamie adalah anak yang pendiam dan polos sehingga mereka yakin bahwa Jamie tidak akan berbuat sesuatu yang merugikan. Akan tetapi, Jamie sebenarnya merupakan anak yang cukup tertutup sehingga mereka tidak mengetahui apa yang dilakukan Jamie di luar pengawasan mereka.
Polisi sudah melakukan berbagai cara untuk mengungkap kebenaran kasus ini, termasuk mengunjungi sekolah Jamie untuk memperoleh kesaksian dari murid-murid yang mengenal Jamie dan Katie dengan baik. Berbagai kesulitan muncul karena Jamie tidak mengakui kesalahannya, beberapa murid tidak kooperatif dalam memberikan kesaksian hingga pisau sebagai barang bukti juga belum ditemukan.

Setelah menjalani berbagai pemeriksaan, Jamie kemudian bertemu dengan seorang psikiater independen, Briony Ariston. Melalui percakapan mereka selama beberapa pertemuan, Jamie mulai mulai membuka diri dan mengungkap sisi lain dari kepribadiannya. Dari sinilah akar permasalah mulai terlihat, termasuk perundungan yang diterima Jamie melalui media sosialnya.
Peran orang tua dalam membentuk karakter Jamie
Dalam setiap episodenya, Adolescence menyoroti berbagai pihak yang terlibat dalam proses penyelesaian kasus pembunuhan tersebut, namun masih saling terhubung. Alur cerita dikisahkan secara runtut mulai dari proses penyelidikan hingga kehidupan keluarga Jamie setelah ia ditetapkan menjadi tersangka.
Dalam salah satu episodenya menampilkan kondisi keluarga Jamie yang tampak harmonis dan jauh dari konflik. Jamie menyukai seni, namun ayahnya, Eddie Miller, lebih senang jika Jamie melakukan kegiatan yang dianggapnya lebih maskulin, seperti sepak bola. Karena itu, Jamie tidak pernah punya tempat untuk mendapatkan validasi dan pujian atas apa yang ia lakukan, terutama dari ayahnya, sebagai sosok yang sangat ia kagumi.
Jamie tumbuh menjadi anak yang tertutup. Media sosial menjadi tempat pelariannya sekaligus awal mula ia mengenal sebuah forum yang mengubah padangannya terhadap perempuan. Hal ini pula yang menjadi alasan pembunuhan yang dilakukannya kepada Katie.

Pasca penangkapannya, keluarga Jamie mencoba kembali ke kehidupan normal mereka. Akan tetapi, hal tersebut tidak mudah karena bagaimanapun, kabar mengenai Jamie sebagai pelaku pembunuhan telah tersebar dan membuat reputasi mereka menjadi buruk di mata masyarakat. Keluarga Jamie harus menghadapi sanksi sosial yang mulai mengganggu kehidupan mereka, termasuk pekerjaan Eddie, serta sikap yang kurang menyenangkan dari tetangga mereka.
Adolescence mengemas sebuah permasalahan sosial yang terlihat sederhana, namun ternyata sulit untuk diabaikan karena banyak ditemukan di lingkungan sekitar, terutama pada remaja yang masih dalam proses mencari jati diri mereka. Tidak akan ada yang menyangka bahwa efek dari penggunaan media sosial tanpa kontrol dari orang tua dapat berdampak besar pada pola pikir remaja.
Usia remaja adalah masa yang sangat rentan. Apa yang mereka konsumsi dari media sosial tidak dapat ditelan mentah-mentah begitu saja. Di sinilah peran orang tua dibutuhkan untuk membimbing mereka dalam memilah berbagai konten yang muncul. Masalah yang dialami Jamie dapat menjadi tamparan bahwa remaja lain mungkin saja mengalami hal yang sama dengannya.
Series yang berjumlah empat episode ini menyajikan tokoh-tokoh dengan karakter yang dekat dengan realita. Jamie digambarkan sebagai remaja yang pendiam dan masih belum dapat mengontrol emosinya dengan baik. Eddie merupakan kepala keluarga yang bertanggungjawab, menyayangi keluarganya, tetapi tetap tak luput dari kesalahan yang memaksa Jamie harus tumbuh sesuai dengan keinginannya. Pada akhirnya, Eddie menyalahkan dirinya sendiri yang gagal dalam mendidik Jamie.
Pengambilan gambar dalam series Adolescence menjadi daya tarik utama karena menggunakan teknik one-shot yang membuat suasana semakin tegang dan intens. Melalui teknik ini, pengambilan gambar dibuat saling terhubung antara perpindahan scene-nya.
Adolescence memang bukan sebuah series ringan yang bisa dinikmati tanpa harus berpikir. Akan tetapi, melalui series ini, kita dapat memahami efek yang ditimbulkan dunia internet ternyata berpengaruh cukup besar pada tumbuh kembang remaja. Tidak ada kekurangan yang cukup mengganggu dalam menikmati series ini. Penulis merekomendasikan untuk ditonton bagi penggemar genre kriminal dan psikologis, terutama yang gemar mengeksplor genre tersebut dengan nuansa yang berbeda.



