
Oleh: Jessica Fransiska Br Tarigan
USU, wacana.org – Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar bedah buku “Babad Alas” karya Bima Arya Sugiarto. Agenda ini berlangsung di Digital Learning Center Building Lantai 8 USU, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Diantaranya Muryanto Amin (Rektor USU), Hatta Ridho (Dekan FISIP USU), Fernanda Putra Adela (Dosen FISIP USU), Bima Arya Sugiarto (Wakil Menteri Dalam Negeri), serta Rico Tri Putra Bayu Waas (Walikota Medan).
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, mengatakan bahwa pemimpin harus mempunyai ideologi. “Ideologi tidak mungkin dapat berjalan tanpa strategi, strategi yang paling penting adalah mencicil harapan, ‘’leadears are dealers of hope,” ucapnya.
Pengulas buku, Fernanda Putra Adela, menjelaskan isi buku ini menjadi inspirasi terhadap pemerintah daerah, pemerintah kota dan pemerintah kabupaten. “Mungkin juga harus bisa disebarluaskan sebagai bahan refleksi kepemimpinan, karena ada hal-hal yang harus dilakukan, ada hal-hal yang harus tidak dilakukan dalam mengomandani sebuah kota sebagai pemimpin,” ujarnya.
Fernanda juga mengapresiasi adanya keterbukaan narasi yang dibangun dalam isi buku. “Kejujuran dari penulis dalam memaparkan hambatan kemudian kegagalan juga disajikan didalam. Jadi bukan hanya keberhasilan dan dinamika internal yang mungkin jarang diketahui khususnya masyarakat kota Bogor, bagaimana beliau mengadapi banyak hambatan dan tantangan,” tambahnya.
Salah satu peserta, Ramadhani mahasiswa Ilmu politik stambuk 2024 mengungkapkan harapannya setelah mengikuti acara ini. “Harapan aku kedepannya bisa mengikuti jejak bapak ini juga, yang dimana kita sebagai anak muda juga harus mengikuti jejak-jejak yang menginspirasi bagi kita semua,” ungkapnya.



