Oleh: Nurmazaya Hardika Putri
BOPM WACANA | Salah satu gugatan empat kelompok aspirasi mahasiswa (KAM) yang tak mengikuti Pemilihan Umum Raya (Pemira) USU 2016 adalah membatalkan berlangsungnya pemira pada 19 Mei mendatang. Namun, hal tersebut ditolak oleh Wakil Rektor I Rosmayati. Rosmayati mengatakan pemira tak mungkin dibatalkan sebab akan memengaruhi laporan pertanggungjawaban keuangan rektorat. “Uang yang dipakai untuk pemira ini bukan uang pribadi,” ujar Rosmayati saat menjadi moderator dalam pertemuan terbuka mencari solusi Pemira USU di Ruang IMT-GT, Lantai III, Gedung Biro Rektor, Senin (16/5).
Rektorat memberikan dana sebesar 35 juta rupiah kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) USU untuk pelaksanaan pemira. Rosmayati menegaskan pemira harus tetap berjalan dengan catatan presiden terpilih harus mengadakan kongres untuk memperbaiki semua kekurangan dalam tata laksana organisasi maupun petunjuk pelaksana.
Ketua Dewan Pertimbangan Pusat KAM Madani Arief Rahman Hakim tak menyetujui hal tersebut. Menurutnya pengunduran jadwal pemira tidak akan berpengaruh kepada alokasi dana oleh KPU USU. Sebab permasalahannya hanya pembentukan kembali proses pemilihan komisioner ataupun ketua KPU USU yang sudah mengundurkan diri. “Kalau misalnya hari ini kita katakan FIB tidak ada KPU fakultasnya, ya karena kondisi KPU-nya begitu,” kata Arief.
Namun WR I tetap pada keputusannya untuk tidak membatalkan Pemira USU 2016. Menurutnya pembahasan yang dilakukan oleh empat KAM yang menggugat berbelit-belit. “Sebenarnya titik temu itu sudah ada. Tapi kita tidak mau membuka hati dan pikiran kita,” tutup Rosmayati.