Oleh: Adinda Zahra Noviyanti
BOPM WACANA – Warga Desa Susuk, Jalan Dr Mansyur, Kecamatan Medan Baru, Medan menolak persempitan jalan pintas masuk USU di Jalan Tri Dharma. Sebab, beberapa warga sekitar merupakan tukang becak yang kerap mengangkut penumpang mahasiswa menuju USU. “Maunya warga sini jangan rugi,” kata Kepala Lingkungan Desa Susuk Berlin Sembiring, Minggu (9/7).
Berlin mengatakan, ia sempat bertemu Wakil Rektor (WR) V USU Luhut Sihombing membahas persempitan jalur masuk USU ini sekitar Maret atau April lalu. Namun, masih belum ada kesepakatan antara kedua pihak.
Ia sendiri menolak rencana WR V USU tersebut sebab sebagain pemasukan warga berasal dari mahasiswa baik pelanggan becak maupun penghuni indekos. Ia khawatir tak adanya jalan masuk becak ke USU dari jalur tersebut dapat mengurangi minat mahasiswa untuk tinggal di indekos sekitar Desa Susuk.
Luhut membenarkan sudah ada pembicaraan mengenai pengecilan pintu masuk USU dari Desa Susuk. Pertemuan selanjutnya, tak hanya mengundang kepling ia akan mengundang tokoh masyarakat pula. “Sebenarnya bukan dikecilkan tapi pintunya diperbesar tapi hanya muat untuk sepeda motor seperti di Sumber,” paparnya. Mengenai tukang becak, Luhut mengatakan merasa tak ada nantinya tetap bisa melewati Jalan Pembangunan.
Sepaham dengan Berlin, Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 2015 Siti Maysarah berharap diperluas tanpa pembatas seperti di Sumber. Menurutnya, beberapa mahasiswa masih membutuhkan jasa becak menuju kampusnya. “Kasian juga mahasiwa yang gak punya kendaraan mana tau fakultasnya jauh dari Susuk, jadi lebih baik dilebarin aja,” tutupnya.