BOPM Wacana

Wajah Indonesia di Mata Bule Estonia

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh Renti Rosmalis

Judul: Kamu Indonesia Banget Kalau…

Penulis: Berit Renser

Penerbit: TransMedia Pustaka

Tahun Terbit: 2013

Halaman: 214 Halaman

Inilah Indonesia dengan semua keanehannya di mata orang asing yang datang, meski begitu mereka tetap saja tinggal di negeri ‘aneh’ ini. Karena senyuman katanya, atau karena mereka lebih diperlakukan istimewa di sini dibandingkan di negeri mereka sendiri yang katanya jauh lebih baik.

Seorang perempuan muda Estonia mendapatkan beasiswa dari pemerintahan Indonesia untuk belajar kebudayaan Indonesia di Solo pada 2010 lalu. Di tahun 2013 ini ia mempersembahkan sebuah buku dengan judul Kamu Indonesia Banget Kalau… yang isinya tentang pengalaman-pengalamannya berhubungan dengan orang-orang Indonesia. Buku ini murni hasil pandangan pribadi penulis dengan berbagai pengamatan pribadi dan pengalaman pribadinya terhadap beberapa orang Indonesia yang pernah ia jumpai di beberapa tempat.

Hampir pada semua bab dalam buku ini membahas tentang prilaku yang dianggap aneh oleh Berit. Seperti contoh ada sebuah bab berjudul Privasi? Apa Pula Pentingnya?. Dalam cerita ini Berit membandingkan Indonesia dengan negara asalnya Estonia yang sangat menghargai privasi dan ruang pribadi setiap orang.

Hal ini sangat berbeda dengan yang ia rasakan saat pertama kali ke Jakarta. Semua orang berteriak dengan keras, membunyikan klakson keras-keras, sembarangan duduk di pangkuan orang saat dalam bus. Terlebih lagi mereka serba ingin tahu apa saja tentang orang lain. Pertanyaan-pertanyaan “Dari mana, Mbak?”, “Mau ke mana?” kerap kali ia terima dari para tetangganya. Begitu juga saat ia dalam penerbangan dari Bali.

Beberapa orang sibuk menanyakan bagaimana penerbangannya serta oleh-oleh apa yang ia bawa. Berit merasa hal tersebut aneh dan cukup mengusik privasi orang lain.

Selain itu ada pula cerita tentang Dokter gadungan dan ijazah palsu. Di mana beberapa dokter Indonesia yang pernah dikunjungi oleh teman sesama bule-nya yang salah mendiagnosis penyakit pasiennya hingga benar-benar merugikan si pasien. Karenanya, Berit sulit percaya dokter Indonesia dan lebih memilih obat-obat tradisional sebagai alternatif pengobatannya.

Sebenarnya ada banyak sekali perilaku orang Indonesia yang dituliskan Berit dalam buku ini, ada sekitar 30 bagian cerita. Dari 30 bab tersebut ada dibubuhkan sekitar dua cerita tentang alasan bule menetap di Indonesia menurut pandangan Berit dan hasil pengamatannya terhadap teman-teman bule-nya, juga keramahan dan kemurahan senyum orang Indonesia di bahas dalam buku ini.

Dari beberapa cerita tersebut ada satu bab yang seperti menyimpulkan isi buku dan judul. Begini kira-kira isinya, Kamu Indonesia Banget Kalau… kamu suka suasana berisik dan tanpa alasan membunyikan knalpot tanpa saringan, kamu benci privasi, menurutmu mi instan layak dimakan, menilai wajar untuk laki-laki merokok di tempat umum sementara wanita yang merokok itu hina, kamu ingin tahu apa pun tentang tetanggamu dan memastikan agar seisi kampung tahu tentang mereka, tidur dengan lampu menyala, malas jalan kaki, punya lima akun facebook dan tak mengenal lebih dari setengah teman facebookmu, membawa rice-cooker ke mana pun kamu pergi, kamu benci korupsi tapi memilih menyogok saat kena denda, dan masih banyak lagi.

Saat membaca buku ini mungkin Anda akan merasa lucu, menertawakan kebodohan bangsa sendiri atau lucu yang disertai pertanyaan: “Itu kan biasa kok bule bilang aneh?”. Karena sebagian masyarakat Indonesia beranggapan buang sampah di jalanan itu biasa, menebang hutan dan meremehkan anak rimba itu biasa.

Padahal menurut Berit, tinggal di hutan adalah jenis manusia yang berpikir lebih maju dari pada orang kota yang merusak lingkungan. Berit juga sempat mengunjungi anak rimba di Jambi, di sana ia membuat film dokumenter tentang kehidupan anak rimba dan hutannya. Saat ini Berit tinggal di Indonesia dan menjadi aktivis lingkungan di Jogjakarta. Berit dalah seorang jurnalis dan fotografer lepas dari Estonia. Di Estonia, beberapa tulisannya pernah mendapat penghargaan.

Secara keseluruhan buku ini sangat bagus memancing emosi anak bangsa untuk berpikir, maksudnya di sini adalah emosi yang positif. Semangat untuk membuktikan Indonesia tidak seburuk seperti yang dituliskan Berit.

Di buku ini, Berit bermaksud mengkritisi tingkah laku masyarakat Indonesia yang sebenarnya tidak baik. Sayangnya buku ini tidak didukung oleh riset yang membuktikan bahwa orang-orang yang diamati Berit sudah cukup mewakili semua orang Indonesia hingga ia bisa mengambil kesimpulan bahwa semua orang Indonesia sama seperti beberapa orang yang pernah ia temui.

Karena buku ini sudah diterjemahkan maka pembaca tak perlu khawatir tentang tata bahasa. Bahasa yang digunakan sudah baik apalagi melihat Berit adalah seorang jurnalis yang tak asing lagi dengan dunia tulis menulis dan sangat bagus untuk dibaca oleh semua umur. Disarankan untuk anak muda yang mengaku sebagai agen perubahan bangsa agar memahami dan tahu bagaimana sebenarnya Indonesia di mata orang asing.

Komentar Facebook Anda

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).

Pentingnya Mempersiapkan CV Bagi Mahasiswa | Podcast Wacana #Eps4