BOPM Wacana

Wagub FP: Larangan Parkir untuk Mahasiswa Baru Merupakan Budaya

Dark Mode | Moda Gelap
Eben Sihombing, Mahasiswa Fakultas Pertanian Sedang Memarkirkan Sepeda Motor di Parkir Timur Perpustakaan, Kamis (9/11). | Mayang Sari Sirait

 

Oleh: Mayang Sari Sirait

BOPM WACANA | Terkait larangan parkir di Fakultas Pertanian (FP) untuk mahasiswa baru, Wakil Gubernur FP Muhammad Luthfi Faisal mengatakan hal tersebut merupakan budaya tersendiri. “Kalo budaya di FP ini banyak, tapi budaya baik aja yang dipertahankan. Ini contohnya,” ujarnya, Rabu (29/11).

Menurut Luthfi budaya berjalan kaki bersama dari Parkir Timur Perpustakaan ke fakultas ini menimbulkan kekompakan antarmahasiswa. Selain itu, budaya ini menghilangkan strata sosial karena mahasiswa jadi tidak memandang kendaraan yang digunakan ke kampus.

Pun, sebagai upaya pengenalan kampus karena mahasiswa dapat parkir di fakultas setelah bisa berbaur dengan mahasiswa angkatan terdahulu. Menurutnya, ketika mahasiswa saling kenal maka sama-sama bisa menjaga kendaraan yang diparkirkan di fakultas.

Luthfi menambahkan, larangan ini sudah berlangsung lama, tapi ia kurang tahu sejak kapan mulai berjalan. Namun, kekompakan mahasiswa merupakan salah satu contoh nilai yang didapat sehingga budaya ini masih dipertahankan hingga sekarang.

Menanggapi hal ini, Dekan FP Hasanuddin menyayangkan tindakan mahasiswa yang mengarah pada diskriminasi. Ia menegaskan semua fasilitas di USU berhak dimanfaatkan semua mahasiswa.

Menurutnya, kekompakan mahasiswa tidak bisa jadi alasan sebab tidak semua mahasiswa berjalan bersama. Pasalnya, sebagian mahasiswa tidak membawa kendaraan pribadi dan datang ke fakultas dengan bus linus, ojek online, ataupun diantar.

“Kalau mau kompak ya semua yang jalan, termasuk mahasiswa senior itu,” ujar Hasanuddin.

Namun, Luthfi mengatakan tidak ada aturan dan larangan dari pihak dekanat mengenai budaya ini. Lagipula, menurutnya tujuan larangan ini baik dan memang merupakan cara yang dilakukan mahasiswa FP. Ia berharap ke depannya tidak ada lagi pandangan negatif terhadap larangan parkir di FP.

Sementara Mahasiswa FP 2017 Eben Sihombing berpendapat ada dampak positif dan negatif dengan larangan ini. Ia membenarkan mahasiswa jadi lebih kompak karena berjalan bersama. Namun, ia tetap berharap mahasiswa baru dibolehkan parkir di area fakultas. “Kurang efektif soalnya lokasi parkirnya jauh dari kampus,” ujarnya.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).