BOPM Wacana

Visualkan Tokoh dari Buku Butuh Penelitian Detail

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Mutia Aisa Rahmi

Filsof 1
Chicco Jeriko, pemain film Filosofi Kopi mengisi acara Talkshow Filmmaking, Filosofi Kopi Goes to Campus di Peradilan Semu Fakultas Hukum USU, Rabu (4/3). Film Filosofi Kopi diadaptasi dari cerita pendek Filosopi Kopi karya Dewi “Dee” Lestari.| Ananda Fakhreza Lubis

BOPM WACANA — Memvisualkan tokoh yang berasal dari buku ke film bukan hal yang mudah, dibutuhkan penelitian detail mengenai karakternya. Sebab visualisasi tokoh dalam buku harus sesuai dengan imajinasi penulis dan pembaca. Hal ini disampaikan Anggia Kharisma, Production Desainer Film Filosofi Kopi, dalam Talkshow Filmmaking, Filosofi Kopi Goes to Campus di Peradilan Semu Fakultas Hukum USU, Rabu (4/3).

Anggia bilang penelitian karakter secara detail dilakukan tak hanya dari pemahaman melalui mambaca buku, tetapi juga diperlukan diskusi bersama penulis buku. Tujuannya agar hasil visualisasi tokoh yang diciptakan sesuai dengan apa yang dibayangkan penulis dan penonton yang membaca buku. Menurutnya lagi, hal ini dilakukan untuk mengurangi pro kontra penonton nantinya. “Itu jadi tantangan sendiri dalam membuat film adaptasi novel,” ujarnya.

Chicco Jeriko, salah satu pemain dalam Film Filosofi Kopi yang diangkat dari novel berjudul sama mengatakan penelitian tersebut juga dilakukan oleh aktor yang memerankan karakter tersebut. “Untuk perankan tokoh tukang ojek, saya bahkan menjadi tukang ojek selama beberapa hari,” ujarnya.

Juwita Firstari Silitonga, salah satu peserta talkshow mengatakan, hal seperti itu memang seharusnya dilakukan oleh tim pembuat film juga aktornya agar pesan yang ada di dalam film tersebut bisa ditangkap oleh penonton. “Selain itu juga agar penontonnya terbawa dengan cerita yang disajikan,” ungkapnya.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).